- Mesin 2.0 TFSI 333 HP bawa Audi S3 tembus 100 km/jam dalam 4,7 detik.
- Fitur Torque Splitter dan penggerak quattro cegah understeer, ciptakan handling presisi layaknya mobil balap.
- Tampil elegan sebagai sedan harian, namun menyimpan karakter performa agresif untuk melibas tikungan tajam.
Suara.com - Di tengah tren mobil performa yang berlomba-lomba memamerkan desain agresif dengan lekukan tajam dan sayap besar, Audi Indonesia justru mengambil langkah elegan. Lewat peluncuran The New Audi S3 Verve Edition, pabrikan asal Jerman ini seolah ingin membuktikan bahwa performa buas tak melulu harus diteriakkan lewat desain yang mencolok.
Dibalut dalam kelir eksklusif District Green yang memancarkan aura sophisticated, sedan seharga Rp1,875 Miliar (OTR Jakarta) ini menyembunyikan "otot" sejati khas mobil balap di balik kap mesin dan sistem penggeraknya.
“Hari ini, kami tidak hanya memperkenalkan sebuah performance sedan baru, tetapi juga menghadirkan interpretasi baru akan bagaimana performa modern seharusnya dirasakan,” ujar Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer, Audi Indonesia, pada acara peluncuran.
Lantas, sehebat apa kemampuan handling dan performa aslinya di jalan aspal?
Mesin Turbo yang Tak Bisa Diremehkan
Sebelum membedah handling, kita harus mengintip ruang mesinnya. Audi S3 Verve Edition dipersenjatai dengan jantung mekanis 2.0 TFSI empat silinder turbocharger. Di atas kertas, mesin ini sanggup memuntahkan tenaga hingga 333 HP dengan torsi puncak mencapai 420 Nm.
Tenaga beringas ini disalurkan ke empat roda melalui transmisi S tronic 7-percepatan yang responsif. Hasilnya, sedan mewah ini mampu melesat dari posisi diam hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 4,7 detik. Sebuah angka yang pantas membuat para pesaing di kelasnya berkeringat dingin.

Senjata Rahasia: Kombinasi Quattro dan Torque Splitter
Bagi Audi, akselerasi garis lurus saja tidak pernah cukup. DNA performa sejati diuji saat mobil melibas tikungan tajam, dan di sinilah keajaiban sesungguhnya terjadi.
The New Audi S3 Verve Edition tidak sekadar mengandalkan sistem penggerak semua roda (all-wheel drive) legendaris, quattro.
Audi menanamkan fitur Torque Splitter—sebuah teknologi peningkat handling yang biasanya hanya bisa ditemukan di kasta tertinggi Audi RS atau mobil-mobil berorientasi sirkuit.
Berbeda dengan gardan belakang konvensional, torque splitter menggunakan kopling multi-pelat yang dikontrol secara elektronik di setiap poros penggerak roda belakang.
Artinya, mobil ini mampu mendistribusikan torsi secara aktif dan sepenuhnya variabel di antara roda belakang kiri dan kanan.
Saat Anda menikung tajam di kecepatan tinggi, sistem akan secara cerdas mengirimkan lebih banyak tenaga ke roda belakang bagian luar yang memiliki cengkeraman lebih besar.
Efeknya, gejala understeer (kondisi di mana mobil cenderung lurus saat dibelokkan) dapat diminimalisir secara drastis. Mobil akan terasa "menurut" dan berbelok dengan presisi layaknya pisau bedah.