Bikin Jantungan! Manuver Ekstrem Truk Trailer Putar Balik di Tol Semarang-Solo Nyaris Picu Tabrakan

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 04 Juni 2026 | 09:05 WIB
Bikin Jantungan! Manuver Ekstrem Truk Trailer Putar Balik di Tol Semarang-Solo Nyaris Picu Tabrakan
Manuver Ekstrem Truk Trailer Putar Balik di Tol Semarang-Solo Nyaris Picu Tabrakan Beruntun (X)
baca 10 detik
  • Manuver truk trailer putar balik di tol sangat berbahaya dan memicu tabrakan beruntun.
  • Sopir pelanggar terancam denda tilang maksimal Rp500.000 dan denda tol dua kali lipat.
  • Pengelola tol TMJ meminta maaf serta akan mengevaluasi ketat pengawasan operasional di lapangan.

Suara.com - Jagat media sosial kembali dibikin geger oleh aksi nekat di jalan bebas hambatan. Sebuah video viral merekam momen mengerikan ketika satu unit truk trailer berkepala hijau dengan peti kemas biru nekat melakukan manuver putar balik di tengah Jalan Tol Semarang-Solo.

Berdasarkan keterangan resmi, insiden yang bikin jantungan ini terjadi tepatnya di KM 470 Ruas Tol Semarang-Solo wilayah Salatiga-Boyolali pada Selasa, 2 Juni 2026. Aksi ini bukan sekadar pelanggaran rambu biasa, melainkan sebuah manuver ekstrem yang mempertaruhkan nyawa puluhan pengguna jalan lain. Demi bisa memutar arah, truk raksasa tersebut sampai menerabas tiang pembatas lentur (flexible post) hingga memaksa deretan mobil pribadi di sekitarnya berhenti mendadak.

Secara teknis otomotif dan safety driving, apa yang dilakukan pengemudi truk ini adalah mimpi buruk di jalan tol. Berikut adalah alasan mengapa aksi tersebut sangat mematikan sekaligus memicu evaluasi besar-besaran:

1. Bodi Raksasa Melintang dan Titik Buta Masif

Truk trailer bukanlah mobil penumpang biasa. Kendaraan komersial ini memiliki titik artikulasi (persendian antara kepala dan diler/trailer) yang membuatnya membutuhkan radius putar (turning radius) yang sangat lebar.

Saat dipaksa memutar balik di jalan tol, bodi peti kemas secara otomatis akan membentang dan memblokir seluruh lajur jalan.

Ditambah lagi, saat kepala truk ditekuk ekstrem, pengemudi mengalami blind spot (titik buta) maksimal. Di posisi ini, sopir nyaris tidak bisa melihat apa pun di sisi samping dan belakang kendaraannya melalui spion.

2. Mimpi Buruk Pengereman Mendadak (Hard Braking)

Jalan tol dirancang untuk kecepatan tinggi secara konstan (rata-rata 80-100 km/jam). Pada kecepatan 100 km/jam, sebuah mobil penumpang rata-rata membutuhkan jarak pengereman ideal (braking distance) sekitar 40 hingga 50 meter hingga benar-benar berhenti total, itu pun jika aspal dalam kondisi kering dan respons pengemudi sigap.

baca juga

Ketika ada rintangan sebesar truk melintang secara tiba-tiba di depan mata, mobil-mobil di belakangnya terpaksa melakukan hard braking (pengereman darurat).

Ini adalah "resep sempurna" untuk memicu tabrakan beruntun (pileup collision), mengingat kendaraan di belakangnya mungkin tidak memiliki ruang dan waktu yang cukup untuk menghindar.

Untuk melihat video selengkapnya, silakan klik DI SINI 

3. Sanksi Berlapis yang "Mencekik" Kantong

Niat hati mungkin ingin menghemat waktu dan bahan bakar karena salah ambil jalan, namun manuver egois ini berujung pada sanksi berat:

  • Denda Tilang Kepolisian: Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 287 ayat (1), pelanggar rambu dan marka diancam pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp 500.000.
  • Denda Tol Sistem Tertutup: Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2005 Pasal 86 ayat 2, pengguna jalan tol yang putar balik dan tidak bisa menunjukkan bukti masuk yang sesuai arah perjalanan akan dikenakan denda sebesar dua kali lipat tarif tol jarak terjauh di ruas tersebut.

4. Respons Tegas & Kutipan Resmi Pengelola Tol

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1B Capai 83 Persen

Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1B Capai 83 Persen

Foto | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:30 WIB

Viral Pemotor Bonceng Tiga Masuk Tol Batang, Cuek Lawan Arah di Sisi Kanan Jalan

Viral Pemotor Bonceng Tiga Masuk Tol Batang, Cuek Lawan Arah di Sisi Kanan Jalan

Video | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:00 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Terkini

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Malang | Rabu, 16 September 2026 | 13:22 WIB

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:21 WIB

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:18 WIB

Apa yang Terjadi dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto? Ini Kronologinya

Apa yang Terjadi dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto? Ini Kronologinya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:16 WIB

Pemerintah Singapura Bayar Warga untuk Baca Buku

Pemerintah Singapura Bayar Warga untuk Baca Buku

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:12 WIB

Kronologi Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam, Dua Orang Tewas

Kronologi Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam, Dua Orang Tewas

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:09 WIB

×