Konsumen Toyota dan Lexus Jengah, Protokol Recall 270 Ribu Unit Mobil Jadi Sebabnya

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 18 Juni 2026 | 20:00 WIB
Konsumen Toyota dan Lexus Jengah, Protokol Recall 270 Ribu Unit Mobil Jadi Sebabnya
Toyota Tundra. (Drive Place)
baca 10 detik
  • Toyota menarik lebih dari 270.000 unit truk Tundra dan Lexus LX akibat kontaminasi mesin V6 sejak Mei 2024.
  • Kontaminasi material pada bantalan mesin menyebabkan risiko mesin mati mendadak dan performa kendaraan yang tidak stabil saat digunakan.
  • Toyota mengganti metode perbaikan dari penggantian mesin penuh menjadi penggunaan perangkat lunak inspeksi per 15 Juni 2026.

Suara.com - Kabar kurang sedap datang dari raksasa otomotif Toyota yang tengah berupaya memadamkan api kritik dari para konsumen setianya.

Lebih dari 270.000 unit kendaraan di Amerika Serikat, yang mencakup truk Toyota Tundra dan SUV mewah Lexus LX, harus ditarik kembali atau recall akibat masalah serius pada mesin V6 twin-turbo, menurut laporan The Drive.

Namun, bukan hanya soal kerusakan mesin yang bikin para pemilik mobil ini naik pitam, melainkan cara Toyota menangani masalah tersebut yang dinilai lebih mementingkan penghematan biaya ketimbang keamanan konsumen.

Masalah utama yang memicu gelombang recall ini berfokus pada mesin berkode V35A-FTS.

Ditemukan adanya sisa-sisa kotoran produksi atau "swarf" yang menempel pada bantalan utama (main bearing) mesin.

Kotoran ini bukan perkara sepele karena bisa menyebabkan suara ketukan (knocking), putaran mesin tidak stabil saat berhenti (rough idle), hingga mesin yang mati total secara tiba-tiba saat dikendarai.

Sejauh ini, sudah ada tiga kali pengumuman recall terkait isu ini, dimulai sejak Mei 2024 hingga yang terbaru pada Mei 2026.

Yang memicu kemarahan publik adalah protokol terbaru yang dirilis pada 15 Juni 2026.

Toyota Tundra versi TRD Pro yang bakal turun  di kelas NASCAR Camping World Truck Series 2022 [Toyota via ANTARA].
Toyota Tundra versi TRD Pro yang bakal turun di kelas NASCAR Camping World Truck Series 2022 [Toyota via ANTARA].

Jika sebelumnya Toyota langsung melakukan penggantian mesin secara menyeluruh—yang sudah dilakukan pada lebih dari 70.000 unit—kini produsen asal Jepang tersebut justru beralih menggunakan perangkat lunak (software) inspeksi untuk menentukan nasib kendaraan.

baca juga

Dealer tidak akan langsung mengganti mesin, melainkan menggunakan software untuk mengevaluasi kondisi bantalan utama nomor satu melalui frekuensi resonansi dari poros engkol (crankshaft).

Data berkendara pemilik juga akan dikumpulkan untuk melihat apakah mesin sudah menerima beban yang cukup sehingga penilaian software bisa dianggap akurat.

Jika hasil software menunjukkan tidak ada keausan abnormal, maka mesin tidak akan diganti. Langkah ini menuai kritik pedas dari komunitas pemilik kendaraan.

Ryan Gregg, salah satu aktivis pemilik Tundra, menyatakan kekecewaannya dan menyebut bahwa langkah ini seolah-olah hanya cara Toyota untuk menahan "pendarahan finansial" dan menghindari pengakuan adanya cacat desain yang mendasar.

Keresahan ini juga tumpah di grup media sosial, seperti grup Facebook pemilik Toyota Tundra 2022+, di mana para anggota merasa lelah dengan drama penanganan yang bertele-tele.

Padahal, Toyota telah membangun reputasi global selama puluhan tahun sebagai produsen kendaraan paling andal dan tahan banting.

Situasi recall mesin V6 ini kini dianggap sebagai ancaman nyata bagi citra reliabilitas yang selama ini menjadi jualan utama Toyota.

Sebagai gambaran betapa besarnya nilai kepercayaan ini, di pasar mobil bekas global pun, mobil-mobil klasik Toyota dan merek lain tetap dihargai tinggi, seperti Jeep CJ-5 1973 yang bisa mencapai harga sekitar 292.050.000 rupiah atau Chevrolet 150 1957 yang menyentuh angka 938.100.000 rupiah (dengan kurs 17.700 rupiah per dolar AS).

Namun, bagi pemilik Tundra dan Lexus LX saat ini, nilai investasi mereka terasa terancam oleh ketidakpastian perbaikan mesin ini.

Toyota sendiri mengeklaim telah melakukan perubahan desain pada bantalan mesin sejak Juli 2024, namun bagi ratusan ribu pemilik unit lama, software inspeksi ini dirasa belum cukup untuk memberikan rasa tenang saat berkendara di jalan raya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nongol di Dealer, Mitsubishi Kenalkan Mobil Listrik dengan Harga Mirip BYD Atto 1

Nongol di Dealer, Mitsubishi Kenalkan Mobil Listrik dengan Harga Mirip BYD Atto 1

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:14 WIB

3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel

3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:47 WIB

CVT Mitsubishi Xpander vs Toyota Veloz Lebih Awet Mana? Begini Kata Mekanik

CVT Mitsubishi Xpander vs Toyota Veloz Lebih Awet Mana? Begini Kata Mekanik

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:55 WIB

BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:54 WIB

Terkini

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 21:00 WIB

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:53 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah,  BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Kalbar | Jum'at, 18 September 2026 | 20:51 WIB

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:47 WIB

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:46 WIB

Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI

Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI

Batam | Jum'at, 18 September 2026 | 20:43 WIB

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 20:42 WIB

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:39 WIB

Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah

Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah

Bali | Jum'at, 18 September 2026 | 20:37 WIB

Kembalikan Rp5 Miliar Tak Hapus Pidana! Ferry Boboho Tetap Berpeluang Jadi Tersangka?

Kembalikan Rp5 Miliar Tak Hapus Pidana! Ferry Boboho Tetap Berpeluang Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:33 WIB

×