- Mobil era 90-an kembali populer karena desain timeless dan kualitas material bodi yang kokoh bagi para kolektor.
- Pakar otomotif Fitra Eri menekankan pentingnya perawatan mesin dan kondisi fisik sebelum membeli mobil tua tersebut.
- Mitsubishi Eterna menjadi pilihan menarik dengan performa mesin 2.0L bertenaga serta harga bekas yang sangat terjangkau.
Suara.com - Mobil-mobil buatan tahun 90-an belakangan ini kembali naik daun dan menjadi incaran banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin tampil beda namun tetap mengutamakan kualitas.
Ada pesona tersendiri dari kendaraan di era ini, mulai dari material bodi yang terasa lebih solid hingga desain yang dianggap tidak lekang oleh waktu atau timeless.
Tidak heran jika banyak anak muda hingga kolektor mulai melirik kembali sedan-sedan lawas ini untuk dijadikan tunggangan harian atau sekadar hobi.
Namun, membeli mobil tua tentu tidak boleh asal pilih. Pakar otomotif kenamaan, Fitra Eri, dalam sebuah diskusi di kanal Youtube Denkus Channel, mengatakan bahwa ada catatan khusus yang perlu diketahui sebelum membeli mobil era 90-an.
Menurutnya, aspek perawatan adalah kunci utama saat memutuskan untuk meminang mobil dari era 90-an.
Ia menegaskan bahwa kondisi fisik dan mesin sangat bergantung pada tangan pemilik sebelumnya.
"Tidak ada sedan tahun 90-an yang saya bisa langsung bilang recommended kalau tidak terawat. Mobil apapun di tahun 90-an itu kemungkinan kondisinya sudah buruk kalau tidak dirawat," ujar Fitra Eri.
Meski begitu, ia menyebutkan satu nama yang menurutnya sangat menarik untuk dimiliki saat ini, yakni Mitsubishi Eterna.
Menurut Fitra, mobil bekas ini punya daya tarik khusus karena ukurannya yang besar dan kenyamanannya.
"Yang menarik juga dan harganya masih murah itu adalah Mitsubishi Eterna karena dia cukup full size, dia cukup nyaman, tenaganya cukup besar," tambahnya.
Fakta penting soal Mitsubishi Eterna

Mitsubishi Eterna sendiri sebenarnya bukan nama yang asing di telinga pecinta kecepatan.
Di pasar global, mobil ini dikenal sebagai Mitsubishi Galant generasi keenam, namun di Indonesia menggunakan nama Eterna karena pada masanya nama Galant kurang begitu laku.
Mobil ini mengaspal di tanah air sejak tahun 1988 hingga sekitar tahun 1993 sebelum akhirnya digantikan oleh generasi Galant berikutnya.
Mengapa mobil ini begitu bertenaga? Rahasianya ada pada mesin 2.0L yang diusungnya. Varian yang paling diburu adalah tipe GTi atau DOHC yang menggunakan mesin legendaris 4G63.
Mesin ini mampu menyemburkan tenaga hingga 145 PS dengan torsi mencapai 170 Nm. Bayangkan, mobil tua ini bisa melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam waktu 9 detik saja dengan kecepatan maksimal hingga 220 km/jam.
Karena performanya yang gahar di balik tampilan yang sederhana, Eterna sering dijuluki sebagai "mobil sleeper".
Selain performa, aspek ekonomi menjadi alasan kuat mengapa Eterna sangat layak dilirik saat ini. Harga bekas Mitsubishi Eterna kini sudah sangat terjangkau, bahkan lebih murah dibandingkan harga motor matic bongsor keluaran terbaru.
Untuk unit dengan kondisi paling murah, harga di pasar mobil bekas bisa dimulai dari angka Rp11,5 juta saja, tapi tentu dalam kondisi banyak PR.

Sementara untuk unit produksi tahun 1993 yang merupakan tahun terakhirnya, harganya berkisar di angka Rp35 juta hingga Rp40 juta.
Menariknya lagi, pajak tahunan mobil ini tergolong sangat ramah di kantong. Karena nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) yang sudah rendah, pajaknya seringkali berada di bawah angka Rp1 juta, bahkan ada yang hanya sekitar Rp351 ribu per tahun.
Meski begitu, calon pembeli harus siap dengan konsumsi BBM yang sedikit boros, yaitu sekitar 8-10 km/liter untuk pemakaian dalam kota.
Perlu diingat juga bahwa sebagai mobil lawas, perawatan rutin pada komponen seperti servo, idle speed control, serta kaki-kaki menjadi hal wajib agar mobil tetap nyaman digunakan.
Dengan segala fiturnya seperti power window, electric mirror, hingga kabin yang kedap suara, Mitsubishi Eterna menawarkan kemewahan era 90-an yang sulit didapatkan pada mobil murah zaman sekarang.