- GAIKINDO mencatat distribusi wholesales otomotif Indonesia mencapai 77.550 unit pada Juni 2026 dengan dominasi utama grup Astra.
- Toyota dan Daihatsu mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar otomotif nasional sepanjang semester pertama tahun 2026 secara konsisten.
- Merek kendaraan listrik BYD dan sektor kendaraan niaga berhasil melampaui angka distribusi penjualan bulanan maupun akumulatif Honda.
Suara.com - Pasar otomotif Indonesia baru saja menutup lembaran semester pertama tahun 2026 dengan catatan angka penjualan mobil yang cukup mengejutkan.
Berdasarkan data terbaru dari yang diperoleh Suara.com dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total distribusi mobil dari pabrik ke dealer atau wholesales pada bulan Juni 2026 mencapai 77.550 unit.
Angka ini menunjukkan geliat industri yang masih dinamis, meski peta persaingan merek mulai mengalami pergeseran yang cukup drastis di beberapa lini.
Jika kita mengintip posisi tiga besar, dominasi merek Jepang masih belum tergoyahkan, namun di papan tengah, terjadi "invasi" besar-besaran dari merek kendaraan listrik dan penguatan di sektor kendaraan niaga.
Toyota dan Daihatsu Masih Jadi Penguasa Aspal

Berbicara soal volume penjualan, Toyota tampaknya masih berada di kasta yang berbeda. Brand ini sukses mencatatkan angka wholesales sebesar 22.809 unit pada bulan Juni 2026 saja.
Jika diakumulasikan sepanjang semester pertama, Toyota telah mendistribusikan sebanyak 133.928 unit kendaraan ke dealer-dealer di seluruh penjuru negeri.
Angka ini membuktikan bahwa kepercayaan konsumen Indonesia terhadap Toyota sebagai mobil harian maupun kebutuhan operasional belum tertandingi oleh siapa pun.
Di posisi kedua, Daihatsu menyusul dengan performa yang tak kalah solid.
Dengan angka distribusi 14.125 unit pada bulan Juni dan total 73.545 unit sepanjang tahun 2026, Daihatsu memantapkan posisinya sebagai pilihan utama di segmen mobil kompak dan ekonomis.
Jarak antara duo penguasa pasar ini dengan peringkat di bawahnya terbilang sangat lebar, mencerminkan dominasi grup Astra yang masih sangat kuat di pasar domestik.
Sementara itu, Suzuki melengkapi posisi tiga besar dengan distribusi sebanyak 6.057 unit pada bulan Juni.
Nasib Honda yang Mulai Dikepung Truk dan Mobil Listrik

Satu pemandangan unik yang menjadi sorotan utama bulan ini adalah posisi Honda.
Biasanya Honda sangat nyaman berada di barisan lima besar, namun pada Juni 2026, performa wholesales mereka menunjukkan tren yang melambat dengan catatan 2.402 unit.
Hal yang cukup ironis adalah angka distribusi Honda ini berhasil dilampaui oleh merek kendaraan niaga seperti Mitsubishi Fuso yang mencatatkan 4.076 unit.
Artinya, di bulan Juni, pengiriman truk ke dealer justru lebih laris daripada mobil penumpang Honda.
Tak hanya kalah dari merek truk, Honda juga harus mengakui keunggulan brand mobil listrik asal China, BYD.
Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, BYD berhasil menyalip Honda di posisi kelima nasional dengan total 23.257 unit, sementara Honda tertahan di angka 20.673 unit.
Fenomena ini menjadi alarm bagi pabrikan lama bahwa era kendaraan energi baru dan penguatan sektor logistik tengah menjadi primadona baru di mata dealer dan pasar.
Daftar 10 Besar Wholesales Bulan Juni 2026
Berikut adalah urutan merek dengan jumlah distribusi tertinggi pada bulan Juni 2026 berdasarkan data GAIKINDO:
- Toyota: 22.809 unit.
- Daihatsu: 14.125 unit.
- Suzuki: 6.057 unit.
- BYD: 5.264 unit.
- Mitsubishi Motors: 4.143 unit.
- Mitsubishi Fuso: 4.076 unit.
- Isuzu: 3.070 unit.
- Jaecoo: 3.050 unit.
- Honda: 2.402 unit.
- Hino: 2.319 unit.
Daftar 10 Besar Wholesales Sepanjang 2026
Jika melihat performa keseluruhan selama Januari hingga Juni 2026, berikut adalah 10 brand mobil paling dominan di Indonesia:
- Toyota: 133.928 unit.
- Daihatsu: 73.545 unit.
- Suzuki: 36.319 unit.
- Mitsubishi Motors: 32.588 unit.
- BYD: 23.257 unit.
- Honda: 20.673 unit.
- Mitsubishi Fuso: 17.535 unit.
- Jaecoo: 17.334 unit.
- Isuzu: 13.890 unit.
- Hino: 10.660 unit.