- Riset Warrantywise di Inggris menunjukkan kerusakan mobil listrik paling sering terjadi pada sistem kelistrikan umum dan komponen suspensi.
- Kekhawatiran kerusakan baterai utama pada mobil listrik terbukti berlebihan karena komponen tersebut jarang mengalami gangguan dibandingkan bagian lainnya.
- Biaya perbaikan mobil listrik meningkat 10,7 persen pada periode 2024 hingga 2025 akibat pengaruh inflasi serta harga suku cadang.
Berikut lima masalah terbesar yang ditemukan Warrantywise:
Sistem listrik – Sensor
- Biaya rata-rata: Rp19,4 juta ($1,085)
- Klaim tertinggi: Rp78,1 juta ($4,380)
- Sistem listrik – Central locking
- Biaya rata-rata: Rp21,5 juta ($1,205)
- Klaim tertinggi: Rp96,9 juta ($5,435)
EV – On-board charger
- Biaya rata-rata: Rp51,5 juta ($2,890)
- Klaim tertinggi: Rp249 juta ($14,000)
Suspensi – Wishbones
- Biaya rata-rata: Rp29,4 juta ($1,650)
- Klaim tertinggi: Rp98,3 juta ($5,515)
Sistem listrik – Baterai 12V
- Biaya rata-rata: Rp12,7 juta ($716)
- Klaim tertinggi: Rp23,6 juta ($1,325)
Menariknya, hanya on-board charger yang benar-benar spesifik untuk EV masuk daftar lima besar. Meski jarang rusak, biaya perbaikannya bisa sangat mahal.