- BYD menargetkan posisi produsen mobil nomor satu dunia dalam lima tahun melalui pertumbuhan organik tanpa pasar Amerika Serikat.
- Toyota masih memimpin pasar global dengan penjualan 10,5 juta unit dibandingkan BYD yang mencatatkan 4,5 juta unit tahun lalu.
- BYD memperluas ekspansi di Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin untuk mengompensasi hambatan kebijakan perdagangan di pasar Amerika Serikat.
Suara.com - Raksasa mobil listrik asal China BYD menunjukkan rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk menggeser posisi Toyota sebagai produsen mobil nomor satu di dunia. Ambisi ini tetap membara meskipun BYD hingga saat ini belum mampu menembus pasar kendaraan penumpang di Amerika Serikat karena berbagai hambatan kebijakan ekonomi maupun politik.
CEO BYD Wang Chuanfu sebelumnya telah menetapkan target agresif agar perusahaan menjadi produsen mobil dengan angka penjualan terbesar secara global dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Head of International Operations BYD Stella Li menegaskan bahwa pencapaian tersebut sangat realistis melalui pertumbuhan bisnis secara organik tanpa perlu melakukan akuisisi besar atau mengandalkan konsumen di Amerika Serikat.
"Saya rasa target ambisius itu dapat dicapai melalui pertumbuhan kami sendiri. Kami tidak membutuhkan pasar AS untuk mencapainya," ujar Stella Li sebagaimana dikutip dari Financial Times pada Kamis 16 Juli 2026.
Namun jalan menuju puncak diprediksi tidak akan berjalan mulus bagi BYD. Berdasarkan data penjualan tahun lalu BYD baru mengantongi angka sekitar 4,5 juta unit sedangkan Toyota masih memimpin jauh dengan catatan penjualan mencapai 10,5 juta unit di seluruh dunia. Dominasi pabrikan asal Jepang tersebut sangat kuat berkat kendaraan bermesin bensin serta penguasaan pasar Amerika Serikat yang merupakan pasar otomotif terbesar kedua di dunia setelah China.
Hingga saat ini BYD masih terbentur aturan ketat pemerintah Amerika Serikat yang memberlakukan tarif impor tinggi bagi kendaraan listrik asal China serta pembatasan penggunaan perangkat lunak buatan China. Sebagai kompensasi BYD memilih memperkuat ekspansi di wilayah lain seperti Eropa yang diklaim mampu memberikan margin keuntungan lebih menggiurkan dibandingkan pasar domestik China.
Pangsa pasar BYD di benua biru bahkan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 2,8 persen pada Mei 2026. Capaian ini membuat mereka berhasil melampaui volume penjualan sejumlah merek besar seperti Ford Tesla dan Nissan.
Selain Eropa fokus pertumbuhan juga dialihkan ke wilayah Asia Tenggara dan Amerika Latin melalui penguatan investasi pada merek premium Denza serta perluasan infrastruktur pengisian daya cepat. BYD menegaskan tetap fokus pada kekuatan internal untuk meruntuhkan dominasi Toyota di panggung otomotif internasional.