- Wakil Presiden Eksekutif BYD He Zhiqi menyatakan China meluncurkan 542 model kendaraan baru sejak Januari hingga Mei 2026.
- Peluncuran ribuan mobil baru tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan penjualan domestik dan kendaraan energi baru pada semester pertama 2026.
- CEO Nio William Li menyatakan permintaan kendaraan domestik di China diprediksi tidak akan pulih pada paruh kedua tahun ini.
Suara.com - Persaingan industri otomotif di China mencapai titik yang sangat ekstrem. Wakil Presiden Eksekutif BYD yaitu He Zhiqi mengungkapkan data melalui media sosial Weibo bahwa sebanyak 542 mobil baru telah meluncur di China sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan rata-rata terdapat 3,6 model baru yang diperkenalkan setiap hari kepada publik.
He Zhiqi menggambarkan frekuensi peluncuran mobil baru di China sepadan dengan frekuensi orang makan dalam sehari. Fenomena tersebut mencakup berbagai jenis kendaraan mulai dari bermesin bensin hingga mobil listrik. Menurutnya persaingan yang terjadi saat ini sangat brutal dan ia mengibaratkan pasar China sebagai sebuah tempat latihan atau gym yang menguji ketangguhan setiap perusahaan.
"Sekalipun Anda menanamkan 1 miliar yuan untuk satu model dan menghabiskan dua tahun atau lebih untuk pengembangan, puncak [penjualan] tidak bertahan sampai tiga bulan," tulis He Zhiqi, dikutip Kamis (27/8/2026).
Situasi persaingan yang sangat padat juga terlihat pada pertengahan Juli 2026 saat setidaknya delapan pabrikan China merilis model baru pada hari yang sama. Fenomena ini bahkan dijuluki oleh media lokal sebagai Kamis Gila karena banyaknya pilihan unit baru yang masuk ke pasar secara bersamaan.
Ironisnya gelombang peluncuran model baru ini terjadi ketika pasar justru sedang mengalami penyusutan. Penjualan mobil domestik di China termasuk kategori mesin bensin mengalami penurunan 21 persen secara tahunan pada semester pertama 2026. Sementara itu segmen kendaraan energi baru atau NEV juga turun sebesar 13 persen akibat permintaan yang melemah serta pemangkasan insentif pajak.
BYD sebagai salah satu raksasa industri juga ikut terdampak dengan penurunan penjualan kendaraan sebesar 16 persen sepanjang paruh pertama tahun ini. Kondisi serupa juga dialami oleh pabrikan lain seperti Great Wall Motor dan Seres Group yang memproyeksikan penurunan laba hingga kerugian bersih akibat naiknya biaya komponen serta persaingan harga yang ketat.
Pendiri sekaligus CEO Nio yakni William Li menilai bahwa saat ini pasar otomotif China telah memasuki fase yang berbeda. Ia memiliki pandangan pesimis terhadap pemulihan pasar dalam waktu dekat bagi para pelaku industri di negeri tirai bambu tersebut.
"Kami tidak memperkirakan permintaan kendaraan domestik pulih pada paruh kedua tahun ini," kata Li.