Nasib Anak Kembar Rara dan Riri yang Ditumbalkan bag-1: Dia tuh Teriak Tolong, Korban Pesugihan agar Warung Laris

Suara Pekanbaru | Suara.com

Jum'at, 05 Mei 2023 | 18:19 WIB
Nasib Anak Kembar Rara dan Riri yang Ditumbalkan bag-1: Dia tuh Teriak Tolong, Korban Pesugihan agar Warung Laris
Kisah Maiia tentang dua anak kembar yang ditumbalkan untuk pesugihan agar warung laris manis. (Maiia True Story)

SUARA PEKANBARU - Nasib anak kembar Rara dan Riri yang ditumbalkan 1: Dia tuh teriak tolong, korban pesugihan agar warung laris. Pada bagian pertama ini akan mengupas tentang anak kembar Rara dan Riri.

Dua anak ini nih. Yang aku bisa sebutkan, namanya Rara dan Riri. Di situ dia lagi duduk. Kakinya lagi dimainin ke arah air itu. Jadi, kakinya itu kayak kena air-air selokan itu. Senyum. Dia sambil meneteskan air mata. Badannya itu meneteskan air, itu basah semuanya. 

Karena aku nggak tega melihat kondisi badannya yang basah semuanya, terus membiru, dia lebam-lebam. 

Dan dia tuh, kayak kedinginan. Ibunya juga sempat menjelaskan, anaknya ini meninggal dan ditemukan setelah tiga hari. Anaknya mengambang.

Aku akan menceritakan kisah seorang anak kembar, yang bernasib malang, karena dia dijadikan tumbal pesugihan oleh orang tuanya sendiri. 

Ini adalah cerita, dari kisah nyatanya Rara dan Riri. Untuk yang belum tahu kisah Rara dan Riri itu siapa sih. 

Jadi di sini aku akan kasih sedikit pemahaman untuk mungkin penonton baru yang baru nonton channel aku, untuk Rara dan Riri ini adalah sosok Jin Qorin yang udah lama mengikuti aku. 

Dia ini seorang anak kembar. Dia adalah korban pesugihan. Dijadikan tumbal pesugihan oleh kedua orang tuanya. 

Duduk berdua di pinggiran selokan

Di sini aku akan ceritakan bagaimana kisah Rara dan Riri yang sesungguhnya. 

Jadi, cerita ini adalah cerita pengalaman pribadi aku di tahun 2017. Jadi ceritanya, di tahun 2017 itu, aku masih bekerja di salah satu perusahaan, yang dimana pada saat itu aku lagi pulang kerja di jam-jam malam. 

Aku pulang di jam 11 malam. Pada saat itu aku dijemput suami aku. Kebetulan kita ini mau cari makan. Kita mau cari makan di luar, karena memang kita ini pulang udah terlalu larut malam.

Kalau untuk masak di rumah itu, kayaknya terlalu lama. Makanya kita cari makanan di luar aja lah. 

Singkat cerita, kita nyari makanan kemana-mana itu, udah pada tutup semua. Pada saat itu, malam itu hujan lagi turun dengan lebat. 

Mungkin orang-orang yang berjualan udah tutup lebih cepat. Ketika kita muter-muter, cari tempat makanan. 

Kita nemulah salah satu warung makan, itu warung makannya itu seperti warteg ya. Dia menjual aneka lauk makanan itu banyak banget. 

Di tempat itulah yang paling ramai pada saat itu. Kita lagi nyari-nyari makanan di mana-mana pada tutup. 

Warungnya cuma di warung itu aja yang masih buka. Akhirnya kita belilah di tempat itu. Di situ tuh, ramenya bener-bener rame banget. 

Sampai yang parkir, markir di parkiran motornya itu tuh sampai keluar-keluar. Dari warung itu, di situ kita beli lauk makanan. 

Nah pada saat kita pulang, itu kan arahnya itu aku mau belok ke sebelah kanan, karena posisi si warung makan ini ada di pertigaan. 

Aku arahnya mau ke kanan. Ketika aku mau belok ke kanan itu, aku ada yang memanggil. Itu suara anak kecil. 

Dia tuh teriak. Yang aku denger, dia tuh teriak tolong. Di situ Aku nyari siapa yang minta tolong. 

Nah aku langsung salfok banget ke arah di samping rumah makannya itu, kan ada teras kecil tuh ya. 

Nah di teras itu tuh nggak ada jagaannya, nggak ada, nggak ada gerbangnya antara kiri dan kanan. 

Jadi, itu bener-bener langsung ngelos gitu. Dan ternyata, bawahnya itu tuh kayak selokan. Gorong-gorong itu, lumayan besar ya. Itu ada kali lebarnya tuh satu meteran. 

Dan ternyata, aku ngelihat ada dua sosok anak kecil perempuan. Dia duduk di teras itu, kakinya itu uncang-uncang kaki ke arah si selokan bawah itu. 

Dan dia tuh kayak lagi mau mengambil sesuatu di dalam selokan itu. Itu dia, duduk berdua. Pakai bajunya itu cuma kayak kaos singlet aja, sama celana dalaman perempuan. 

Di situ aku ngeliat dia sih lagi berusaha untuk mengambil sesuatu ya, yang ada di dalam selokan itu. 

Setahu aku, dia tuh diem aja. Dia nggak teriak minta tolong, tapi di telinga aku, aku tuh ngedenger ada kayak teriakan anak kecil yang minta tolong di situ. 

Aku cuma sekilas doang sih ngelihat dua orang. Ini nih, yang lagi duduk. Ngeliat dua anak kecil. 

Ini lagi duduk, dia tuh anteng banget duduk di situ. Tapi karena si Azka ini sambil bawa motor, jadi aku tuh nggak bisa melihat secara detail. 

Aku melihat jelas, tapi nggak lama gitu untuk ngeliat sih, sosok dua itu langsung lah aku pulang. 

Tapi, di dalam perjalanan ini tuh, aku bertanya-tanya. Ini sebenarnya sosok siapa yang ada di depan warung makan itu. 

Di situ aku masih bertanya-tanya sendirilah. Dalam hati sampai di rumah, ketika aku makan lauk yang aku beli dari tempat makan itu, aku langsung ke inget nih sama si Azka. 

Aku langsung cerita. Aku bilang, Yah (Ayah) itu tadi di depan warung makannya itu, aku ngeliat ada sosok dua anak kecil. 

Dia pakai baju singlet. Dia duduk di pinggiran teras. Tapi, kakinya tuh ke arah kali gitu, ke arah selokan lebar itu. Itu siapa ya? 

Nah, di situ aku bingung. Itu sosok siapa. Apakah sosok penunggu tempat itu, atau ada something nih sama si warung tersebut. 

Di situ sih Azka cuma bilang, ah mungkin itu penunggu warungnya kali. Atau jangan-jangan si warung ini pake penglaris yang menyerupai anak kecil. 

Nah, di situ juga aku udah ada feeling. Takutnya dia ini punya tuyul gitu. Dan mungkin itu adalah salah satu, apa ya, pikiran kita lah. Pikiran kita terhadap warung tersebut. 

Nah, pada saat kita berpikir secara negatif, kita tuh sadar. Kayak, ah nggak boleh suudzon gitu. Kan mungkin memang bener, penjaga dari tempat itu. 

Karena kita penasaran, ya udah kita memutuskan untuk besoknya kita balik lagi. Aku bilang sama Aska. 

Ya udah ya besok kalau aku pulang kerja kamu jemput aku. Nanti kita balik lagi ke warung makan itu. (bersambung*)

Disclaimer: Konten kisah adalah bersifat hiburan. Tentang kebenaran cerita atau kisah, tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gadis 20 Tahun Ini Dibuat Menyerah Duda 40 Tahun: Saat Mabuk, Aku Pasrah, Tak Disangka Ibuku Lakukan Ini

Gadis 20 Tahun Ini Dibuat Menyerah Duda 40 Tahun: Saat Mabuk, Aku Pasrah, Tak Disangka Ibuku Lakukan Ini

| Jum'at, 05 Mei 2023 | 17:31 WIB

BIKIN NANGIS! Viral Kisah Kakek Tua Diusir Petugas Resto Cepat Saji, Bos yang Melihat Malah Langsung Berlutut

BIKIN NANGIS! Viral Kisah Kakek Tua Diusir Petugas Resto Cepat Saji, Bos yang Melihat Malah Langsung Berlutut

| Jum'at, 05 Mei 2023 | 16:34 WIB

Cara Mengusir Rasa Cemas di Masa Puber untuk Remaja, Lakukan 5 Tips Ini

Cara Mengusir Rasa Cemas di Masa Puber untuk Remaja, Lakukan 5 Tips Ini

| Jum'at, 05 Mei 2023 | 16:13 WIB

VIDEO Debat Panas 'Agama Musuh Pancasila' Staf BPIP vs Irma Chaniago, Woy Diem Dulu Nyerocos aja, Romo Itu Welas Asih Jangan Jadi Romo Politisi

VIDEO Debat Panas 'Agama Musuh Pancasila' Staf BPIP vs Irma Chaniago, Woy Diem Dulu Nyerocos aja, Romo Itu Welas Asih Jangan Jadi Romo Politisi

| Kamis, 04 Mei 2023 | 09:11 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:15 WIB

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB

Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang

Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang

Sumsel | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix

Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:00 WIB

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:54 WIB

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:35 WIB