Suara Ponorogo - Situasi di sekitar Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menjadi sorotan setelah ratusan monyet liar terlihat turun ke perkampungan setempat.
Kawanan monyet selain berusaha mencari buah-buahan dan sisa makan pemberian warga di sekitar telaga Ngebel, sejumlah kawanan terlihat juga melintas di atap-atap rumah pemukiman warga di Desa Sahang, Kecamatan Ngebel.
![Ruslan, warga Ngebel [ponorogo.suara.com/dedy.s]](https://media.suara.com/suara-partners/ponorogo/thumbs/1200x675/2023/06/06/1-monyet-2.jpeg)
Ruslan salah seorang warga yang memiliki usaha kulinert di sekitar telaga ngebel menuturkan, Monyet-monyet ekor panjang tersebut biasanya hidup di hutan dan turun ke pinggir telaga saat tidak ada makanan yang tersedia. Meski turun secara berkelompok, ia menekankan kawanan monyet ekor panjang ini tidak pernah merusak lingkungan sekitar.
"Kera ekor panjang Hidupnya ya di hutan Kalau tidak ada makanan maka akan turun di pinggir telaga, Tapi tidak pernah merusak" ungkapnya, Selasa (6/6/23)
Ia juga meminta kepada warga baik pengunjung maupun warga sekitar untuk tidak mengganggu dan melakukan tindakan berbahaya terhadap monyet-monyet ini.
"Kami memohon kepada semua pihak, baik pribumi maupun pengunjung, untuk tidak memberikan makanan secara berlebihan. Cukuplah memberikan makanan secukupnya agar mereka tidak kelebihan dan menarik perhatian monyet-monyet lainnya. Kami juga mengajak semua orang untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam di sekitar telaga ini," tuturnya
Dengan musim kemarau yang sebentar lagi tiba, jumlah monyet di pinggir telaga diperkirakan akan bertambah banyak. Kondisi ini dikarenakan kekeringan yang menyebabkan sumber makanan dan air berkurang. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan memberikan perhatian terhadap monyet-monyet ini.
"Diperkirakan saat musim kemarau tiba, akan ada peningkatan jumlah monyet yang datang ke pinggir telaga ini. Kita harus bersiap-siap menyambut mereka dan memastikan kebutuhan makanan dan minuman tercukupi," tambahnya