Wajib Tahu! Sedang Musim DBD, Kenali Gejala dan Resiko Komplikasi

Poptren

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:47 WIB
Wajib Tahu! Sedang Musim DBD, Kenali Gejala dan Resiko Komplikasi
Ilustrasi terjangkit DBD. ((Envato))

6.       Pembengkakan kelenjar getah bening

7.       Ruam kulit

Gejala ini akan membaik selama 1 minggu. Namun, ada kemungkinan gelaka akan berkembang semakin parah dan mengancam jiwa.

Jika DBD sudah memasuki fase parah  dan lebih jauh beresiko menimbulkan kompliasi yang fatal. Berikut komplikasi akibat DBD.

1.       Pendarahan akibat bocornya plasma darah

Menurut penelitian Journal of Indian Society of Periodontology, pasien demam berdarah bisa mengalami kebocoran plasma yang mengakibatkan perdarahan serius dalam tubuhnya.

Bocornya plasma darah ada kemungkinan berkaitan erat dengan virus dengue yang menyerang pembuli darah.

Dinding pembulu darah akan melemah akibat infeksi virus dengue, sehingga terjadi kebocoran plasma darah bida terjadi.

Kondisi ini bisa semakin buruk jika kadar trombosit rendah pada sang pasien DBD.

baca juga

Pendarahan juga lebih beresiko terjadi akibat trombosit yang menurun drastis.

Dalam kondisi ini akan menimbukan gejala, seperti mimisan, gusi berdarah dan memar keunguan dan munculnya mendadak.

Seiring waktu, pendarahan ini bisa menyebabkan syok skibat tekanan darah yang menurun drastic.

2.   Sindrom syok dengue

Tahap syok dalam demam berdarah juga bisa menyebabkan komplikasi sindrom syok dengue. Menurut CDC, sindrom syok dengue ini menimbulkan gejala denyut nadi melemah, tekanan darah turun, pupil mata melebar dan nafas tidak teratur dan kulit pucat serta keringat dingin.

Pasien DBD yang mengalami sindron syok dengue berisiko mengalami kegagalan system organ tubuh yang berujung kematian.

Sumber : suara.com

Poptren.suara.com – Demam berdarah atau DBD adalah penyakit menulat yang diakibatkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit ini juga disebabkan oleh salah satu dari 4 jenis virus dengue.

Umumnya, demam berdarah berlangsung selama 5-7 hari.

Demam berdarah yang bersifat ringan bisa menyebabkan demam dan gejala yang menyerupai flu.

Tetapi, penyakit ini bisa berkembang menjadi demam berdarah dengue dengan tingkat keparahan lebih serius.

Peningkatan kasus DBD terus terjadi terutama musim hujan.

Sehingga kita harus lebih cerhat melihat gejala-gejala yang ditimbulkan oleh DBD

Gejala Demam Berdarah

Gejala demam berdarah mungkin akan berbeda di setiap pasien, tergantung tingkat keparahan dan fase DBD yang dilewati.

Dilansir dari Hello Sehat, gejala DBD akan muncul dalam waktu 4-10 hari setelah digigit oleh nyamuk Aedes pertama kali.

Kenali gejala umum demam berdarah.

1.       Demam tinggi hingga 40 derajat celcius

2.       Sakit kepala

3.       Nyeri otot, tulang dan sendi

4.       Mual dan muntah

5.       Sakit di belakang mata

6.       Pembengkakan kelenjar getah bening

7.       Ruam kulit

Gejala ini akan membaik selama 1 minggu. Namun, ada kemungkinan gelaka akan berkembang semakin parah dan mengancam jiwa.

Jika DBD sudah memasuki fase parah  dan lebih jauh beresiko menimbulkan kompliasi yang fatal. Berikut komplikasi akibat DBD.

1.       Pendarahan akibat bocornya plasma darah

Menurut penelitian Journal of Indian Society of Periodontology, pasien demam berdarah bisa mengalami kebocoran plasma yang mengakibatkan perdarahan serius dalam tubuhnya.

Bocornya plasma darah ada kemungkinan berkaitan erat dengan virus dengue yang menyerang pembuli darah.

Dinding pembulu darah akan melemah akibat infeksi virus dengue, sehingga terjadi kebocoran plasma darah bida terjadi.

Kondisi ini bisa semakin buruk jika kadar trombosit rendah pada sang pasien DBD.

Pendarahan juga lebih beresiko terjadi akibat trombosit yang menurun drastis.

Dalam kondisi ini akan menimbukan gejala, seperti mimisan, gusi berdarah dan memar keunguan dan munculnya mendadak.

Seiring waktu, pendarahan ini bisa menyebabkan syok skibat tekanan darah yang menurun drastic.

2.   Sindrom syok dengue

Tahap syok dalam demam berdarah juga bisa menyebabkan komplikasi sindrom syok dengue. Menurut CDC, sindrom syok dengue ini menimbulkan gejala denyut nadi melemah, tekanan darah turun, pupil mata melebar dan nafas tidak teratur dan kulit pucat serta keringat dingin.

Pasien DBD yang mengalami sindron syok dengue berisiko mengalami kegagalan system organ tubuh yang berujung kematian.

Sumber : suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenali Lebih Awal Leukemia Pada Anak

Kenali Lebih Awal Leukemia Pada Anak

Purwokerto | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 18:48 WIB

Penyebab dan Gejala Mastitis yang Umum Dialami Ibu Menyusui, Ketahui Cara Mengobatinya

Penyebab dan Gejala Mastitis yang Umum Dialami Ibu Menyusui, Ketahui Cara Mengobatinya

Health | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 11:41 WIB

Terkini

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia

Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia

Jabar | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:55 WIB

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King

Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King

Riau | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:36 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:20 WIB

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:12 WIB

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:05 WIB

×