Lakukan Seks Saat Tertidur, Jangan-jangan Kamu Penderita Sexsomnia!

Poptren Suara.Com
Rabu, 30 November 2022 | 21:33 WIB
Lakukan Seks Saat Tertidur, Jangan-jangan Kamu Penderita Sexsomnia!
berhubungan intim (stockfilmstudio)

Poptren.suara.com – Kamu tahu tidak tentang sexsomania? Pasti ada beberapa orang yang masih belum mendengar istilah ini.

Istilah sexsomnia dengan insomnia hampir sama, sama-sama gangguan tidur. Namun Sexsomnia adalah gangguan tidur yang membuat penderitanya berhubungan seks.

Penderita akan merasa dirinya sedang melakukan seks disaat dirinya sedang tertidur pulas.

Jika kamu mengalami gangguan ini,jangan dianggap sepele ya!

Gejala sexsomnia

Sexsomnia merupakan ganggun tidur yang hampir sama dengan sleepwalking (tidur sambil berjalan), ganggunan ini juga termasuk dalam parasomnia.

Parasomnia terjadi karena otak anda sedang “terjebak” di antara fase-fase tidur. Menurut medis sexsomnia sangat langka terjadi.

Para pengidap sexsomnia akan melakukan gerakan menyentuh diri (orgasme). Tak hanya menyentuh diri sendiri, para pengidap juga bisa mencari wilayah intim seseorang tanpa ia sadari.

Dilansir dari sehatq.com gejala yang akan diperlihatkan penderita sexsomnia antara lain :

Baca Juga: Manakah yang Memiliki Nafsu Lebih Besar, Pria atau Wanita?

Mendesah

Napas berat dan detak jantung cepat

Mastrubasi

Berkeringat

Meakukan gerapan foreplay dengan orang yang tidur dengan penderita

Berhubungan seksual dengan keadaan tidak sadar

Orgasme spontan

Tatapan kosong saat sedang berhubungan seksual

Tidak responsif terhadap berbagai saat sexsomnia sedang terjadi

Sulit untuk bangun dan membuka mata ketika sexsomnia berlangsung

Berjalan sambil tidur

Saat terbangun, para penderita sexsomnia tidak akan mengingat apa yang sudah ia lakukan saat tertidur. Tak heran bahwa penderita akan menyangkal semua yang dituduhkan pada dirinya.

Hal ini akan biasa saja jika yang menemani penderita adalah suami atau istrinya.

Penyebab sexsomnia

Kondisi gangguan ini biasanya terjadi saat penderita memasuki fase tertidur paling dalam atau non-rapid eye movement (NREM).

Meski penyebab utamanya masih belum diketahui, namun para peneliti menganggap bahwa haya hidup, kondisi medis, pekerjaan, hingga pengobatan tertentu bisa menyebabkan gejala ini menyerang.

Hal ini diduga menjadi pemicu datangnya sexsomnia:

·         Kurang tidur

·         Rasa letih yang luar biasa

·         Pengonsumsian alkohol berlebihan

·         Penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba

·         Gangguan cemas

·         Stres

·         Kondisi tidur yang kurang baik (berisik, cahaya terlalu terang, atau kepanasan)

·         Pekerjaan yang memiliki jam kerja shift

·         Bepergian (traveling)

·         Tidur bersama seseorang (baik itu pasangan atau orang lain)
Selain itu, ada juga kondisi medis atau penyakit, yang dianggap bisa menyebabkan sexsomnia pada seseorang. Apa saja?

·         Sleep apnea obstruktif (OSA)

·         Sindrom kaki gelisah

·         Penyakit refluks gastroesofagus (GERD)

·         Sindrom Irritable bowel (IBS)

·         Gangguan tidur parasomnia lainnya, seperti berjalan atau berbicara saat tidur

·         Penyakit Crohn (radang saluran pencernaan)

·         Radang usus besar (colitis)

·         Sakit kepala migrain

·         Epilepsi

·         Trauma kepala

·         Trauma seksual masa kecil

·         Penyakit Parkinson (gangguan sistem saraf yang memengaruhi gerakan)
Jika kamu merasakan gejala-gejala diatas, maka kamu harus menemui dokter untuk mendapatkan pertolongan medis.

Cara mengobati sexsomnia

Pengobatan yang dilakukan oleh penderita memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Maka kamu jika menderita gangguan tersebut, maka jangan berputus asa.

Dokter akan terus membantu kamu dan mencari penyebab sehingga mendapatkan cara agar menyembuhkan sexsomnia pada diri kamu.

Berikut cara untuk mengobati sexsomnia :

Menangani gangguan tidur

Jika sexsomnia terjadi karena gangguan tidur lainnya, seperti sleep apnea (sesak napas saat tidur), maka dokter akan mengobati gangguan tidur itu. Biasanya, sleep apnea akan ditangani dengan mesin continuous positive airway pressure (CPAP).

Perubahan metode pengobatan

Jika pengobatan itu menyebabkan sexsomnia, maka kamu harus mengganti pengobatan tersebut.

Hal ini tentu saja harus mendapatkan pengawasan dokter, untuk mendapatkan obat yang cocok dengan konsidi kesehatan pribadi kamu.

Menangani gangguan mental

Berkonsultasi dengan psikolog guna mengobati depresi, gangguan cemas, hingga stres yang bisa menyebabkan sexsomnia.

Hal ini dianggap menjadi salah satu opsi terbaik, agar gangguan kamu tidak muncul kembali.

Disarankan saat kamu belum berhasil diobati, maka kamu harus pisah ranjang terlebih dahulu dengan pasangan dan tidur dengan kamar yang terkunci.

Konsumsi alkohol serta obat-obatan terlarang harus dihindari dan dihentikan guna mengindari diri dari sexsomnia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI