1. Genetika
Artinya gangguan skizoafektif bersifat turun temurun. Dengan kata lain, orangtua bisa saja mewariskan kecenderungan untuk mengembangkan kondisi tersebut kepada anak-anak mereka, dan juga dapat terjadi pada beberapa anggota keluarga besar.
2. Struktur otak
Artinya ada ketidak normalan dalam ukuran atau komposisi daerah otak seperti hippocampus dan thalamus.
3. Kimia otak
Orang dengan kelainan ini mungkin memiliki ketidakseimbangan bahan kimia otak yang disebut neurotransmiter, dimana bahan kimia tersebut membantu sel-sel saraf di otak berkomunikasi satu sama lain,
4. Faktor lingkungan
Faktor ini mungkin termasuk situasi yang menegangkan, trauma emosional, atau infeksi virus tertentu.
5. Penggunaan narkoba
Ini dapat menyebabkan perkembangan gangguan skizoafektif.
Perawatan untuk gangguan skizoafektif melibatkan pengobatan yang dikombinasikan dengan psikoterapi dan pelatihan keterampilan. Artinya ada :
1. Psikoterapi
Ini bertujuan untuk membantu mereka mempelajari penyakitnya, menetapkan tujuan, dan mengelola masalah sehari-hari yang berkaitan dengan gangguan tersebut.
2. Pelatihan keterampilan
Pengobatan ini berfokus pada keterampilan kerja dan sosial, perawatan diri, dan kegiatan sehari-hari lainnya, termasuk uang dan manajemen rumah.
3. Rawat inap
Gejala psikotik mungkin membutuhkan perawatan rutin di rumah sakit, terutama jika mereka merasa ingin bunuh diri atau mengancam untuk menyakiti orang lain.
4. Obat
Obat yang diresepkan dokter untuk gejala psikotik seperti delusi, halusinasi, dan gangguan berpikir, disebut antipsikotik, bertujuan untuk membantu mengatasi gangguan skizoafektif.
5. Terapi elektrokonvulsif
Perawatan ini dapat menjadi pilihan bagi orang dewasa yang tidak menanggapi psikoterapi atau obat-obatan, karena pengobatan ini melibatkan pengiriman arus listrik cepat melalui otak dan akan mendapatkan sejenis obat yang disebut anestesi untuk membantu tidur.
Cara-cara diatas digunakan oleh dokter karena diyakini dapat mengubah kimiawi otak dan bisa membalikkan beberapa kondisi.