Refleksi Akhir Tahun dan Menatap Indonesia 2018

Dythia Novianty

Rabu, 03 Januari 2018 | 13:54 WIB
Refleksi Akhir Tahun dan Menatap Indonesia 2018
Ilustrasi pendidikan anak. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Suara.com - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) bangsa, tidak bisa dilakukan dengan cara atau langkah biasa-biasa saja. Melainkan perlu leapfrogging atau lompatan besar dalam mencetak SDM yang unggul dan berkelas dunia.

"Menginjak 2018 kita sangat prihatin melihat Indeks Pendididikan Indonesia," tutur President Director & CEO EURO Management, Bimo Sasongko dalam keterangan resminya.

Sementara itu, tak kurang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh di level 5 persen, itu menjadikan Indonesia masuk 3 besar negara G20 dengan pertumbuhan yang cukup tinggi, setelah Tiongkok dan India. Namun, kualitas SDM Indonesia masih kalah dengan negara ASEAN yang lain.

"Kualitas manusianya masih tertinggal dari negara tetangga," katanya.

Menurut Menkeu, hal itu bisa dilihat darihasil tes di lapangan. Dibanding Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam, dalam hal 3 jenis tes untuk kategori membaca, matematika, sains, alhasil Indonesia ada di bawah.

"Kalau diuji seluruhnya, kita jauh tertinggal dibanding dengan Vietnam. Bangsa ini tidak boleh mengingkari kenyataan berada di peringkat bawah dalam hal pendidikan. Justru kondisi riil itu pada 2018 harus menjadi cambuk untuk mengejar ketertinggalan hingga peringkat naik signifikan," beber dia.

Kondisi memilukan di atas juga ditunjukkan dari hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang menunjukkan posisi Indonesia di urutan 64 dari 72 negara yang disurvei. Penilaian dilakukan terhadap performa akademis anak-anak sekolah yang berusia 15 tahun di seluruh dunia dalam matematika, ilmu pengetahuan dan membaca. Tujuannya untuk menguji dan membandingkan prestasi anak-anak demi peningkatan metode pendidikan dan hasilnya di setiap negara.

Kemudian pada tahun lalu, Central Connecticut State University di Amerika Serikat melakukan penelitian tentang “Most Literate Nations in the World” dan menempatkan Indonesia pada posisi 60 dari 61 negara dari sisi kemampuan membaca dan menulis. Indonesia hanya lebih baik dari Botswana, negara di Afrika.

"Melihat hasil survei tersebut tak pelak lagi kita harus berusaha sekuat tenaga untuk melakukan leapfrogging dalam mengembangkan SDM nasional. Dibutuhkan program nasional unggulan dibidang pendidikan yang bisa mencetak atau membentuk secara masal SDM unggul kelas dunia," ucap Bimo.

Istilah Leapfrogging pada mulanya digunakan untuk menyebut strategi pembangunan yang amat progresif dan transformatif. Dengan merujuk dua negara yakni Jerman dan Jepang yang memiliki lompatan hebat untuk kemajuan bangsanya setelah kalah
perang dan alami kehancuran total.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Buku Anak Promosi LGBT, Ini Kata Komisi Pendidikan

Ada Buku Anak Promosi LGBT, Ini Kata Komisi Pendidikan

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 18:24 WIB

Ini Pesan Anies Baswedan di Hari Guru Nasional 2017

Ini Pesan Anies Baswedan di Hari Guru Nasional 2017

News | Sabtu, 25 November 2017 | 17:19 WIB

Kemnaker: Tingkat Pengangguran Terbuka 2017 Turun 0,11%

Kemnaker: Tingkat Pengangguran Terbuka 2017 Turun 0,11%

Bisnis | Kamis, 23 November 2017 | 16:04 WIB

Presiden: Setelah Infrastruktur Selesai, Pemerintah Benahi SDM

Presiden: Setelah Infrastruktur Selesai, Pemerintah Benahi SDM

Bisnis | Kamis, 23 November 2017 | 11:00 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×