Kemnaker: Tingkat Pengangguran Terbuka 2017 Turun 0,11%

Fabiola Febrinastri

Kamis, 23 November 2017 | 16:04 WIB
Kemnaker: Tingkat Pengangguran Terbuka 2017 Turun 0,11%
Diskusi Ketenagakerjaan di Jakarta, Rabu (22/11/2017). (Sumber: Kemnaker)

Suara.com - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) terus memperkuat mutu dan akses pelatihan kerja, demi meningkatkan kompetensi SDM Indonesia. Selain itu, Kemnaker juga terus menggalakkan program magang untuk mendukung  percepatan peningkatan kompetensi tersebut.

"Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus melakukan upaya untuk memberi akses angkatan kerja masuk ke dunia kerja, yang dilakukan melalui pelatihan kerja dan program pemagangan yang sesuai dengan kebutuhan industri," kata Sekjen Kemnaker, Hery Sudarmanto, dalam acara Diskusi Ketenagakerjaan di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Dalam diskusi yang bertema "Kerja Sama Pemerintah dan Dunia Industri untuk Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan Program Pemagangan" tersebut, ia memaparkan bahwa saat ini, angkatan kerja Indonesia berjumlah 128,06 juta orang (BPS, Agustus 2017). Jumlah tersebut naik 2,62 juta pekerja dibandingkan dengan Agustus 2016, yang sebanyak 125,44 juta orang.

Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2017 mengalami penurunan sebesar 0,11 persen. Pada Agustus 2016, TPT Indonesia sebesar 5,61 persen dan pada Agustus 2017, TPT Indonesia sebesar 5,50 persen.

"Jumlah angkatan kerja Indonesia masih didominasi oleh lulusan SD-SMP, yang mencapai 60 persen," kata Hery.

Untuk itu, pemerintah terus memperkuat mutu dan akses Balai Latihan Kerja (BLK) untuk kompetensi angkatan kerja Indonesia. Saat ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti pelatihan di BLK tanpa dipungut biaya dan tanpa pembatasan maksimal usia dan minimal jenjang pendidikan.

Upaya ini didukung dengan program magang, yang  sampai saat ini, Kemnaker telah bekerja sama dengan 107 lembaga pengirim pemagangan luar negeri. Proses magang dalam negeri dilaksanakan di 32 provinsi, dengan melibatkan sedikitnya 7 kawasan industri.

"Pada tahun 2016, pemagangan dalam negeri diikuti 25.847 peserta, sementara itu, pemagangan luar negeri diikuti oleh 6.620 orang peserta," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Binalattas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono menjelaskan, sistem pendidikan di Indonesia juga dihadapkan persoalan miss match, yakni ketidaksesuaian antara orientasi pendidikan dengan pekerjaan setelah lulus. Pelatihan di BLK diharapkan bisa memperkuat kompetensi mereka.

"Kami juga mendorong pelatihan kerja di BLK dengan program 3R BLK. Program ini dibuat agar pelatihan kerja di BLK fokus dengan potensi daerah setempat atau kebutuhan pasar kerja. Artinya, pelatihan berbasis demand driven," kata Bambang.

Ia juga menjelaskan, saat ini ada 301 BLK di seluruh Indonesia, yang 17 diantaranya adalah UPTP Kemnaker dan sisanya milik pemda. Kapasita latih BLK mencapai 276 ribu orang per tahun. Untuk dapat memenuhi kebutuhan Indonesia akan tenaga kerja terampil, kapasitas BLK akan terus ditingkatkan.

"Pelatihan di BLK juga diharapkan bisa menjadi sarana peningkatan kompetensi bagi masyarakat yang di-PHK," paparnya.

Sementara itu, Ketua Kompartemen Kadin Indonesia, Bob Azam, mengatakan, saat ini Indonesia tidak hanya bisa mengandalkan sumber daya alam (SDA) sebagai penggerak utama ekonomi, karena perkembangan teknologi dan informasi (TI) pada hampir semua aspek sudah semakin besar.

Menurutnya, saat ini faktor utama penggerak ekonomi adalah penguasaaan teknologi dan SDM kompeten.

"Selain diimbangi dengan inovasi dan perbaikan iklim bisnis, faktor kunci lain untuk menyambut perubahan ini adalah penyiapan SDM kompeten," terangnya.

Ia menambahkan, 56 persen pasar kerja Indonesia rentan akan perubahan yang disebabkan oleh technology disruption. Oleh karenanya, program percepatan kompetensi harus mendapat dukungan dari semua pihak, baik pelaku industri maupun masyarakat secara umum.

"Sebagai konsep untuk pengembangan manajemen SDM ke depan, pemagangan yang digagas oleh pemerintah dapat menjadi konsep percepatan pengembangan SDM," terangnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden: Setelah Infrastruktur Selesai, Pemerintah Benahi SDM

Presiden: Setelah Infrastruktur Selesai, Pemerintah Benahi SDM

Bisnis | Kamis, 23 November 2017 | 11:00 WIB

Proyek Kilang di Kaltim, Pemerintah Siapkan 20 Ribu Pekerja Lokal

Proyek Kilang di Kaltim, Pemerintah Siapkan 20 Ribu Pekerja Lokal

Bisnis | Kamis, 23 November 2017 | 09:25 WIB

Menaker: Industri Rokok Jadi Tantangan Tersendiri bagi Pemerintah

Menaker: Industri Rokok Jadi Tantangan Tersendiri bagi Pemerintah

News | Selasa, 07 November 2017 | 11:00 WIB

Terkini

Terjerat Dugaan Pungli, Oknum Lurah di Surabaya Dicopot Jadi Staf Perpustakaan

Terjerat Dugaan Pungli, Oknum Lurah di Surabaya Dicopot Jadi Staf Perpustakaan

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?

Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal

Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Sore Ini Skuad Thailand Berangkat dari Bandung ke Jakarta, Siap Tantang Indonesia di SUGBK

Sore Ini Skuad Thailand Berangkat dari Bandung ke Jakarta, Siap Tantang Indonesia di SUGBK

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terpaksa Kecilkan Ukuran

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terpaksa Kecilkan Ukuran

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Acer Siapkan Perlindungan 5 Tahun untuk Laptop Predator, Gamer Bisa Berburu Tiket ke Vietnam

Acer Siapkan Perlindungan 5 Tahun untuk Laptop Predator, Gamer Bisa Berburu Tiket ke Vietnam

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik

Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:20 WIB

5 HP Rp3 Jutaan dengan Baterai Jumbo dan Performa Ngebut

5 HP Rp3 Jutaan dengan Baterai Jumbo dan Performa Ngebut

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Menimba Memori dan Pemanfaatan Air yang Krusial lewat Fasad Sumur Timba

Menimba Memori dan Pemanfaatan Air yang Krusial lewat Fasad Sumur Timba

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Mundur dari Jadwal, Ini Bocoran Tuntutan Partai Non-Parlemen yang Bakal Disodorkan ke Pimpinan DPR

Mundur dari Jadwal, Ini Bocoran Tuntutan Partai Non-Parlemen yang Bakal Disodorkan ke Pimpinan DPR

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:16 WIB

×