Kimia Farma Salurkan Sejumlah Bantuan pada Korban Gempa Lombok

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 21 September 2018 | 09:02 WIB
Kimia Farma Salurkan Sejumlah Bantuan pada Korban Gempa Lombok
PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau Kimia Farma menyalurkan bantuan layanan kesehatan dan obat DiaResQ kepada korban gempa Lombok. (Dok: Kimia Farma)

Suara.com - Gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya menimbulkan banyak korban jiwa, tapi juga kerugian materi.

Berdasarkan data Posko Tanggap Gempa Lombok pada pertengahan Agustus 2018, tercatat 352.793 jiwa tinggal di posko-posko pengungsian. Beberapa minggu pasca bencana gempa, para korban mulai terserang penyakit diare.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, warga mulai terkena penyakit sejak hari kedua tinggal di pengungsian. Pada awal September, terdapat 200 anak terserang diare dan ISPA (Infeksi Saluran Napas Atas).

Penyakit diare yang dialami para pengungsi disebabkan karena kurangnya kepedulian terhadap sanitasi. Sebagai upaya menekan jumlah kasus diare tersebut, PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau Kimia Farma menyalurkan bantuan layanan kesehatan dan obat DiaResQ.

Melalui program DiaResQ to The Rescue, Kimia Farma menyerahkan bantuan berupa 2.000 kardus obat DiaResQ dan bantuan kesehatan lainnya. DiaResQ merupakan produk nutrisi terobosan terbaru yang efektif mengatasi diare.

Penyerahan bantuan secara simbolis dihadiri oleh perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan diserahkan kepada pemerintah setempat untuk didistribusikan kepada posko-posko kesehatan penanggulangan bencana.

PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau Kimia Farma menyalurkan bantuan layanan kesehatan dan obat DiaResQ kepada korban gempa Lombok. (Dok: Kimia Farma)
PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau Kimia Farma menyalurkan bantuan layanan kesehatan dan obat DiaResQ kepada korban gempa Lombok. (Dok: Kimia Farma)

Dalam kesempatan ini, para apoteker Kimia Farma di NTB menemui para korban di posko pengungsian. Melalui kegiatan Kimia Farma Mengajar, mereka mengenalkan pola hidup bersih dan sehat untuk meminimalkan potensi terserangnya penyakit.

Di samping itu, para pengungsi juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, dan trauma healing. Program Kimia Farma Mengajar juga telah dilakukan serentak di 47 kota dan kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia, pada 27 Agustus lalu, sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-47 Kimia Farma yang jatuh pada 16 Agustus.

"Kami turut prihatin terhadap bencana gempa yang menimpa masyarakat NTB. Kimia Farma kembali hadir untuk para korban gempa mengingat persoalan kesehatan bagi para pengungsi kian berkembang. Kami berharap, bantuan Kimia Farma dapat dimanfaatkan dengan baik untuk korban," ujar Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma, Arief Pramuhanto, saat penyerahan bantuan di Mataram, NTB, Kamis (20/9/2018).

Sebelumnya, Kimia Farma telah memberikan bantuan untuk korban gempa di Lombok dan Sumbawa. Sampai saat ini, total bantuan yang disalurkan senilai Rp 420 juta.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi, Kimia Farma turut berpartisipasi untuk meringankan beban yang dirasakan para korban gempa di NTB.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:37 WIB

KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:09 WIB

Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang

Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:19 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:40 WIB

Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang

Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:55 WIB

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:14 WIB

Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah

Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:49 WIB

Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Hampir 50 Ribu Orang Hilang

Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Hampir 50 Ribu Orang Hilang

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:15 WIB

Siapa Lucas Trejo? Pesepakbola Argentina Sedih Istri dan 2 Anaknya Tewas di Gempa Venezuela

Siapa Lucas Trejo? Pesepakbola Argentina Sedih Istri dan 2 Anaknya Tewas di Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×