Seribu Konsentrator Oksigen untuk Antisipasi Varian Baru Covid-19

Ferry Noviandi

Minggu, 12 September 2021 | 01:45 WIB
Seribu Konsentrator Oksigen untuk Antisipasi Varian Baru Covid-19
Bantuan konsentrator oksigen dari Djarum Foundation.

Suara.com - Indonesia sempat mengalami kelangkaan oksigen saat gelombang kedua Covid-19 menerjang pada akhir Juni 2021. Meski kini kasus Covid-19 per harinya mengalami penurunan, tapi bukan berarti kejadin pada akhir Juni lalu tidak akan terulang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Djarum Foundation mendonasikan seribu unit konsentrator oksigen melalui Kementerian Perindustrian RI serta sejumlah rumah sakit di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Vice Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto kepada Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Putu Juli Ardika di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/9/2201).

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Putu Juli Ardika menyambut baik upaya Djarum Foundation mendonasikan 1.000 konsentrator oksigen dalam rangka membantu penanganan Covid-19 di Indonesia. [Djarum Foundation]
Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Putu Juli Ardika menyambut baik upaya Djarum Foundation mendonasikan 1.000 konsentrator oksigen dalam rangka membantu penanganan Covid-19 di Indonesia. [Djarum Foundation]

Turut pula hadir Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Masrokhan, dan juga Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Edy Sutopo.

Seribu konsentrator oksigen ini dibagikan ke Kementerian Perindustrian RI sebanyak 100 unit dan sisanya berjulan 900 unit ke sejumlah rumah sakit di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

"Kami berharap, donasi konsentrator oksigen ini dapat mengantisipasi bilamana lonjakan pasien Covid-19 terjadi kembali. Tapi tentunya mari sama-sama kita berdoa semoga lonjakan kasus tidak terjadi lagi dan Indonesia segera keluar dari pandemi," ujar Budiharto.

Djarum Foundation dan Kemenperin RI melepas iringan kendaraan yang mendistribusikan oksigen konsentrator ke sejumlah rumah sakit, Jumat (10/9/2021). [Djarum Foundation]
Djarum Foundation dan Kemenperin RI melepas iringan kendaraan yang mendistribusikan oksigen konsentrator ke sejumlah rumah sakit, Jumat (10/9/2021). [Djarum Foundation]

Konsentrator oksigen merupakan alat yang mampu menyaring udara menjadi oksigen murni terkonsentrasi berkadar lebih dari 90 persen. Alat ini dilengkapi penyaring khusus dan regulator yang berfungsi mengatur laju oksigen sebelum dihirup oleh pasien melalui kanula hidung atau masker khusus. Konsentrator oksigen dapat digunakan bagi pasien Covid-19 yang memiliki penurunan saturasi oksigen di dalam darah pada kisaran 94 hingga 90 persen.

Menurut Budiharto, saat ini, konsentrator oksigen menjadi alternatif terapi oksigen yang digunakan masyarakat. Alat ini menjadi populer karena mudah dibawa, memiliki bobot yang lebih ringan dan tidak perlu melakukan isi ulang oksigen seperti layaknya tabung oksigen konvensional.

Selain untuk pasien Covid-19, konsentrator oksigen dapat digunakan bagi pasien lain yang menderita penyakit di bagian penapasan dan penurunan saturasi oksigen di dalam darah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Indonesia Sports Awards 2026: Kemenpora Anugrahi Djarum Foundation Sports Industry of The Year 2026

Indonesia Sports Awards 2026: Kemenpora Anugrahi Djarum Foundation Sports Industry of The Year 2026

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 08:45 WIB

Perluas Regenerasi Atlet Atletik, MAC Seri 1 2026 Sukses Jaring 2.270 Peserta

Perluas Regenerasi Atlet Atletik, MAC Seri 1 2026 Sukses Jaring 2.270 Peserta

Sport | Minggu, 19 Juli 2026 | 09:22 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Terkini

Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?

Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla

90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla

Kaltim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir

Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir

Riau | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:55 WIB

UMKM RI Bidik Pasar Global

UMKM RI Bidik Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Terus Ambles Nyaris ke Level Rp18.000 Kamis Pagi

Rupiah Terus Ambles Nyaris ke Level Rp18.000 Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Kecerdasan Anak Tak Hanya Dibentuk Stimulasi, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan Juga Punya Peran

Kecerdasan Anak Tak Hanya Dibentuk Stimulasi, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan Juga Punya Peran

Health | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42 WIB

69 Calon Anggota KND Lolos Tes Objektif Berbasis Komputer

69 Calon Anggota KND Lolos Tes Objektif Berbasis Komputer

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana, Mengapa Asetnya Disimpan dalam Kripto?

Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana, Mengapa Asetnya Disimpan dalam Kripto?

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:36 WIB

×