Energi Terbarukan Makin Dilirik Sektor Bisnis, Ini Keuntungannya

Risna Halidi, Dinda Rachmawati

Kamis, 07 Oktober 2021 | 07:14 WIB
Energi Terbarukan Makin Dilirik Sektor Bisnis, Ini Keuntungannya
Energi Baru Terbarukan (EBT), yang mulai dilirik oleh pelaku industri (Xurya Daya Indonesia)

Suara.com - Setiap manusia membutuhkan sumber daya energi. Mengingat semua aktivitas yang dilakukan membutuhkan hal tersebut. Sayangnya, penggunaan sumber daya energi yang terlalu masif berpotensi mengakibatkan kerusakan lingkungan alam. 

Hingga akhirnya, hasil dari pembuangan sumber daya energi tersebut dapat membahayakan kesehatan. Inilah yang membuat para ahli terus berinovasi untuk menemukan opsi lain untuk memenuhi sumber daya energi.

Salah satunya melalui Energi Baru Terbarukan (EBT), yang mulai dilirik oleh pelaku industri dari berbagai sektor bisnis, yang dinilai dapat mengakselerasi tercapainya green economy atau ekonomi hijau di Indonesia. 

"Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membangun kawasan industri hijau yang nantinya didukung oleh sumber energi terbarukan seperti PLTS Atap, sehingga produk yang dihasilkan termasuk dalam kategori produk hijau (green product)," kata Fabby Tumiwa, Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) dalam siaran pers yang Suara.com terima, Rabu (6/10/2021) kemarin.

Selain mampu mengurangi penggunaan energi fosil, pemanfaatan EBT kata dia juga dapat menyerap dan menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi hijau yanh mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengeksploitasi sumber daya alam sehingga akan berdampak baik bagi lingkungan di masa depan.

"Transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan merupakan keniscayaan saat ini, di tengah dunia yang sedang berpacu menghindari krisis iklim. Dampak dari pemanfaatan energi terbarukan berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs)," jelas dia yang juga merupakan Strategic Advisor Xurya Daya Indonesia.

Selain dapat mengurangi emisi karbon, penggunaan energi bersih juga membuka kesempatan lapangan kerja baru dan mengatasi pengangguran sehingga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi hijau.

Eka Himawan, Managing Director Xurya Daya Indonesia menambahkan, setiap proyek instalasi PLTS Atap juga tidak hanya melibatkan tenaga kelistrikan, tetapi ada banyak tenaga kerja yang terlibat didalamnya. 

"Jadi selain bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan, secara tidak langsung juga menyerap tenaga kerja baru, sehingga akan tercipta pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ungkapnya.

baca juga

Tetapi, terciptanya lapangan kerja yang inklusif ini juga perlu didukung oleh kebijakan komprehensif dari berbagai pihak dengan menyediakan pendidikan dan pelatihan para pekerja di sektor energi hijau. 

Selain itu dukungan pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis berorientasi jangka panjang juga diperlukan untuk meningkatkan iklim investasi di sektor EBT. 

“Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar target green economy dapat tercapai dengan lebih terencana dan sistematis” tutup Fabby.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Janji Tak Lagi Utamakan Pembangunan Proyek PLTU: Fokus Energi Terbarukan

Pemerintah Janji Tak Lagi Utamakan Pembangunan Proyek PLTU: Fokus Energi Terbarukan

Bisnis | Selasa, 05 Oktober 2021 | 14:37 WIB

BP Batam Sebut Belanda Lirik Investasi Energi Terbarukan di Batam

BP Batam Sebut Belanda Lirik Investasi Energi Terbarukan di Batam

Batam | Kamis, 30 September 2021 | 17:00 WIB

Review Film Dokumenter Before the Flood: Perubahan Iklim Akibat Perbuatan Manusia

Review Film Dokumenter Before the Flood: Perubahan Iklim Akibat Perbuatan Manusia

Your Say | Selasa, 07 September 2021 | 08:35 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×