SUBANG - Perbaikan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dilakukan Pemerintah Kabupaten Subang merespon banyaknya keluhan dari masyarakat terkait penerimaan bantuan sosial (Bansos).
Keluhan warga itu menyoal banyaknya bansos yang disalurkan tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, agar tidak disalahgunakan diharuskan adanya perbaikan data penerima.
Hal ini dikatakan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi. Dia mengatakan, penyaluran bansos di Kabupaten Subang banyak dikeluhkan warga.
Sambungnya, terdapat dana bansos yang tidak tepat sasaran. Atas hal tersebut, ia mengajak seluruh pihak terkait untuk menuntaskan persoalan DTKS.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan meminta penjelasan dari pihak pusdatim Kemensos RI mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan.
"Saya memberikan waktu seminggu untuk tuntaskan permasalahan data dan ini harus dimonitor progres tiap harinya sampai mana dan untuk Dinsos harus benar-benar teliti dalam mengupdate data sasaran," ujarnya mengutip Antara pada Kamis (22/9/2022).
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Subang, Deden Hendriana mengatakan DTKS di Subang hingga Juli ini tercatat 1.206.176 jiwa dan pada Agustus mencapai 1.205.880 jiwa.
"Saat ini kami bersama Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) sedang melakukan perbaikan sebanyak 60.998 jiwa," terangnya.
Kemudian, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Subang mengatakan, berbagai upaya yang telah dan akan dilaksanakan pihaknya bersama Dinsos mengenai DTKS ialah berkoordinasi dengan operator desa, penyandingan hingga konsolidasi data.
Baca Juga: Crush Ungkap Cerita Dibalik Kolaborasinya Dengan J-Hope dalam Lagu 'Rush Hour'
Pihaknya bersama Dinas Sosial Subang juga akan melaksanakan pencocokan dan penelitian bagi adminduk non-aktif bersama pelayanan jemput bola pembuatan adminduk (KTP/KK) bagi warga yang tidak memiliki adminduk. ***