PURWASUKA - Eks Wakil Presiden, Jusuf Kalla atau akrab disapa JK mengungkan biaya yang harus dikeluarkan ketika ia jadi Ketua Umum Partai Golkar.
Selain itu, ia juga harus melewati sejumlah proses yang cukup panjang. Mengingat, Partai Golkar merupakan salah satu partai politik besar dan berpengaruh di Indonesia.
"Karena Golkar itu suka ketuanya itu pimpinan negara, saya tertinggi waktu itu, ongkos hampir kecil sekali. Kalau sekarang Anda mau jadi Ketua Golkar jangan harap kalau Anda tidak punya modal 5-600 miliar," kata JK.
Ia menyebut hampir semua partai mirip seperti apa yang dia ceritakan.
"Hampir semua partai begitu terkecuali partai yang pendirinya masih ada, kayak PDIP, kayak NasDem, tapi partai yang sudah go publik, artinya pemilihannya, itu butuh biaya besar, kalau dulu hanya ganti, kalau sekarang wah, jadi itulah," kata JK.
JK pun menceritakan sebelum terjun ke ranah politik, dirinya dahulu merupakan pengusaha yang kemudian merambat ke dunia politik.
"Saya tinggalkan pengusaha apa boleh buat, kalau jadi menteri tidak boleh jadi pengusaha. Pengusaha saya kasih ke adik saya, diteruskan ke anak saya. Yang kemudian, hidup saya itu teratur," kata JK dalam sambutannya, Senin (31/7/2023).***