purwokerto

5 Mahasiswa UGM Kembangkan Tongkat Pintar Multifungsi untuk Lanjut Usia dan Tuna Netra

Purwokerto Suara.Com
Jum'at, 16 September 2022 | 19:58 WIB
5 Mahasiswa UGM Kembangkan Tongkat Pintar Multifungsi untuk Lanjut Usia dan Tuna Netra
Mahasiswa UGM sedang menerangkan tongkat pintar di kampusnya (Antara)

PURWOKERTO.SUARA.COM, YOGYAKARTA - Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan tongkat pintar multifungsi untuk mendeteksi kesehatan dan proteksi lanjut usia serta tunanetra.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran UGM, Johana Gracia menerangkan, pihaknya mengembangkan tongkat pintar tersebut karena rasa empati kami terhadap lansia. 

"Karena, mereka rentan terjatuh, bahkan sampai masuk rumah sakit. Maka, kami membuat tongkat pintar ini untuk membantu mereka sehari-hari," ujarnya saat konferensi pers di Ruang Fortakgama UGM di Yogyakarta, Jumat, 16 September 2022 dikutp dari Antara.

Diketahui, tongkat pintar tersebut dinamai "In-SWALST" (IoT Based Smart Walking Stick for Real Time Health Monitoring) tersebut dikembangkan Johana bersama Kristian Bima Aryayudha (Elektronika dan Instrumentasi), Kenniskiu Fortino Kurniawan (Ilmu Komputer), Abdul Adzim Iftikar Mardiansjah (Teknik Mesin), Yovanti Trifa Mivea (Elektronika dan Instrumentasi), Elmara Nugra Ristia (Kehutanan), dan Fatma Tiara Mahfudiani (Kehutanan).

Menurut Johana, tongkat pintar itu dikembangkan dengan sejumlah fitur penting, di antaranya sensor pendeteksi kesehatan berupa saturasi oksigen, detak jantung, dan suhu tubuh yang terhubung langsung ke website In-SWALST secara real time.

"Jadi data kesehatan yang sudah terukur melalui tongkat ini akan langsung masuk ke website," jelasnya.

Sementara itu, Mahasiswa UGM lainnya, Aryayudha menambahkan, tongkat jalan tersebut juga memiliki banyak fungsi proteksi untuk memberikan keamanan lebih bagi para lansia dan tunanetra.

Ia menjelaskan, tongkat In-SWALST tersebut akan bergetar saat terdapat objek di depan pengguna yang berjarak sekitar 75 cm. Dengan fitur tersebut, dapat menurunkan risiko jatuh karena menabrak objek bagi para lansia dan tunanetra. 

"Untuk menekan risiko jatuh pada lansia dan tunanetra kami mengintegrasikan sensor posisi, sehingga saat tongkat maupun pengguna terjatuh, alarm pada tongkat akan berbunyi, sehingga orang sekitar bisa datang memberikan bantuan," pungkas Arya. (Arif KF)

Baca Juga: Ingin Punya Tubuh Ideal dan Bugar? Begini Cara Merawat Tubuh yang Benar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI