Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto Temukan Jamu Oles Dari Daun Kersen

Purwokerto

Kamis, 15 September 2022 | 11:37 WIB
Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto Temukan Jamu Oles Dari Daun Kersen
Tim mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang berhasil membuat jamu oles dari daun karsen untuk mengibati luka. (Dok. UMP)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Tim Mahasiswa Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengolah Ekstrak Daun Kersen menjadi jamu oles untuk terapi antiseptik, antiinflamasi, serta pemudar bekas luka. 

Tiga tim Farmasi UMP tersebut yakni Nur Safitri, Naurah Syifa dan Ananda Syafila dengan dosen pembimbing apt. Arini Syarifah MSi. 

Ketua Tim Nur Safitri mengatakan Inovasi jamu oles obat luka yang dibuat itu tidak hanya mencegah infeksi tetapi sekaligus dapat menyamarkan bekas luka. 

“Daun Kersen pemanfaatanya masih terbatas padahal daun kersen dapat digunakan sebagai antiinflamasi serta antibakteri. Selain itu dipasaran belum ada obat luka oles yang terbuat dari daun keresen. Tentunya sangat menjanjikan dan dapat bersaing dengan produk obat luka lain yang sudah ada dipasaran,” katanya Kamis 15 September 2022 di Purwokerto.

Menurutnya, jamu oles tersebut juga mengandung ekstrak lidah buaya yang dapat membantu memudarkan bekas luka.

Lebih lanjut ia mengatakan, Ide bisnis yang terinspirasi dari penelitian daun kersen yang dilakukan oleh Imro'atul dkk ter berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitsa Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dari Kemendikbud dengan judul “Peluang Usaha Jamu Oles `Versen` 3 In 1 Sebagai Terapi Luka Tiga Efek (Antiseptik, Antiinflamasi, Serta Pemudar Bekas Luka)”.  

Sementara itu Dosen Pembimbing apt. Arini Syarifah, M.Si. mengatakan, tim yang dibimbingnya menggagas trobosan produk jamu baru yaitu obat luka berbahan dasar alam daun kersen dan lidah buaya.

“Peluang usaha jamu khususnya jamu oles untuk terapi luka dengan menggunakan daun kersen sangat menjanjikan mengingat tanaman ini sangat mudah dijumpai dimana-mana dan bahan baku yang digunakan juga murah,” katanya.  

Menurutnya, produk tersebut dapat dikembangkan lebih jauh sehingga dapat menjadi produk jamu asli Indonesi.

baca juga

“Saat ini sedang dilakukan pengkajian dokumen untuk didaftarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan ijin edar sehingga diharapkan produk ini dapat dijual tidak hanya di dalam Indonesia tetapi juga di luar Indonesia,” pungkasnya.(Anang)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emak-emak pun Ikut Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Banyumas, Bawa Sapu dan Peralatan Rumah Tangga

Emak-emak pun Ikut Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Banyumas, Bawa Sapu dan Peralatan Rumah Tangga

Purwokerto | Kamis, 08 September 2022 | 19:52 WIB

14 Muda-mudi Tertangkap Basah Berduaan di Kamar Hotel di Sokaraja, Hayo Lagi Ngapain?

14 Muda-mudi Tertangkap Basah Berduaan di Kamar Hotel di Sokaraja, Hayo Lagi Ngapain?

Purwokerto | Rabu, 07 September 2022 | 10:40 WIB

UMP Pecah Rekor Mainkan Calung dengan Peserta Terbanyak

UMP Pecah Rekor Mainkan Calung dengan Peserta Terbanyak

Purwokerto | Senin, 29 Agustus 2022 | 21:45 WIB

Tak Kapok Edarkan Sabu, Residivis Asal Purwokerto Kembali Masuk Bui

Tak Kapok Edarkan Sabu, Residivis Asal Purwokerto Kembali Masuk Bui

Purwokerto | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 17:50 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×