Obat Sirup Dilarang Sementara, Orang Tua Perlu Lakukan Ini

Purwokerto | Suara.com

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 08:31 WIB
Obat Sirup Dilarang Sementara, Orang Tua Perlu Lakukan Ini
ilustrasi obat sirup (pixabay)

PURWOKERTO.SUARA.COM BPOM mengumumkan daftar produk obat sirup tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas. Zat ini diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut misterius atau gangguan ginjal.

BPOM juga melarang penggunaan obat sirup bagi anak-anak dan orang dewasa di Indonesia. Adanya keputusan ini, membuat sebagian orang tua merasa kebingungan.

Dokter spesialis anak Kurniawan Satria Denta, atau sering disapa dr Denta melalui suara.com menjelaskan, ia mendapat sejumlah pertanyaan kaitan antara penyakit gagal ginjal akut pada anak dan pelarangan obat sirup.

"Beberapa hari terakhir banyak yang menghubungi saya untuk meminta konfirmasi soal hal-hal tersebut," katanya.

"Semuanya, dari media sosial, pasien, rekan-rekan media dan dari grup WhatsApp juga ada."

Apa yang harus dilakukan orang tua?
Menurut Dokter Denta jika anak sudah terlanjur diresepkan obat sirup, orang tua perlu menghubungi dokter yang bersangkutan dan menanyakan apakah obat tersebut harus berhenti dikonsumsi atau diganti.

Ia juga mengimbau orang tua untuk mengenali situasi anak yang sakit.

"Yang penting orang tua harus tahu ini sakitnya emergency yang segera membutuhkan tindakan atau tidak," katanya.

"Kalau misalkan aman-aman saja, masih sadar, masih bisa kencing dengan bagus, aktif dan suhunya tidak terlalu tinggi, bisa diberikan minum yang lebih sering, kompres hangat dan lain sebagainya sambil memonitor gejala yang timbul pada anak."

Pelarangan obat sirup untuk sementara menurutnya dapat menjadi pengingat agar obat-obatan diberikan dengan rasional.

"Yang saya selalu sampaikan pada pasien saya itu adalah jangan asal kasih obat," katanya.

"Kalau pun dirasa membutuhkan obat, konsultasikan dulu ke dokter," ujarnya.

"Sehingga bisa dipertimbangkan untuk kasus anaknya, sebaiknya diberikan obat apa, berapa lama, atau bisa jadi enggak butuh obat sama sekali, kan?"

Saat ini Kemenkes masih menginvestigasi penyabab pasti gagal ginjal akut. (iruma cezza)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

99 Anak Meninggal Karena Gangguan Ginjal Akut, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan KLB?

99 Anak Meninggal Karena Gangguan Ginjal Akut, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan KLB?

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:55 WIB

Apa Sebenarnya Etilen Glikol Butil Ether? Zat Berbahaya Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

Apa Sebenarnya Etilen Glikol Butil Ether? Zat Berbahaya Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 19:54 WIB

BPOM Rilis 5 Obat Sirup Tercemar Etilen Glikol, Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

BPOM Rilis 5 Obat Sirup Tercemar Etilen Glikol, Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 19:11 WIB

Terkini

Cerita-cerita dari Negeri Karmala

Cerita-cerita dari Negeri Karmala

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 17:15 WIB

Bayern Munich Dilibas PSG 4-5, Wayne Rooney Kritik Pedas Harry Kane

Bayern Munich Dilibas PSG 4-5, Wayne Rooney Kritik Pedas Harry Kane

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 17:14 WIB

Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot

Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 17:11 WIB

Ini Sosok Suami Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Ini Sosok Suami Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 17:10 WIB

FIFA Takut Kasih Sanksi ke Israel, Palestina Seret Infantino Cs ke Pengadilan

FIFA Takut Kasih Sanksi ke Israel, Palestina Seret Infantino Cs ke Pengadilan

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 17:06 WIB

Berapa Harga GTA 6? CEO Take-Two Buka Suara Soal 'Banderol Wajar'

Berapa Harga GTA 6? CEO Take-Two Buka Suara Soal 'Banderol Wajar'

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 17:06 WIB

Andi Gani Tegaskan Perayaan May Day di Monas 'Nol Dana Negara' Meski akan Dihadiri Prabowo

Andi Gani Tegaskan Perayaan May Day di Monas 'Nol Dana Negara' Meski akan Dihadiri Prabowo

News | Rabu, 29 April 2026 | 17:04 WIB

West Ham Tunjuk Karim Virani sebagai CEO Sementara

West Ham Tunjuk Karim Virani sebagai CEO Sementara

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 16:59 WIB

Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha

Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:56 WIB

Krisis Energi Tekan Kelas Menengah Indonesia, Satu Guncangan Bisa Jadi Miskin

Krisis Energi Tekan Kelas Menengah Indonesia, Satu Guncangan Bisa Jadi Miskin

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:55 WIB