PURWOKERTO.SUARA.COM, 206 anak tercatat mengalami gangguan ginjal akut misterius di Indonesia. Ironis, 99 di antaranya meninggal dunia. Penyakit ini diduga terjadi karena obat sirup yang tercemar etilen glikol.
Kemenkes melaporkan kasus gagal ginjal akut misterius yang muncul di Indonesia, dalam dua bulan terakhir ini menyerang anak usia enam bulan sampai 18 tahun tersebar di 20 provinsi.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) malaporkan kasus gangguan ginjal akut misterius itu sebenarnya sudah ada sejak Januari 2022. Namun, jumlah anak yang terkena makin meningkat selama Agustus-September.
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mendesak pemerintah agar menetapkan gangguan ginjal akut misterius itu menjadi (KLB).
"Harusnya sudah KLB supaya ada fokus penyelidikan yang kuat, antisipasi penanganan perawatan yangg memadai dan evaluasi menyeluruh atas kesehatan anak Indonesia," ujar Hemawan dikutip dari Suara.com, Kamis, (20/10/2022).
Meski kasus itu menyebar, Kemenkes nyatanya belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait gangguan ginjal akut tersebut.
Kabid komunikasi Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan, keputusan itu masih menunggu kajian dari para epidemiolog.
"Nanti dikaji para ahli epidemiologi dulu," kata Nadia dikutip dari suara.com, Kamis (20/10/2022).
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010 Tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah Dan Upaya Penanggulangan disebutkan bahwa Kejadian Luar Biasa adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah.
Baca Juga: Cara Cek Status Online di TikTok, Mudah Banget!
Daftar Obat Sirup Tercemar Etilen Glikol
Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM telah merilis daftar 5 produk obat sirup tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas. Hal ini diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut.
Mestinya cemaran etilen glikol dan dietilen glikol tidak boleh melebihi ambang batas atau tolerable daily intake (TDI) 0,5 miligram per kilo berat badan per hari.
"Sirup obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG kemungkinan berasal dari 4 (empat) bahan tambahan yaitu propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin atau gliserol (pelarut) yang bukan merupakan bahan yang berbahaya atau dilarang digunakan dalam pembuatan sirup obat," ujar BPOM RI melalui keterangan resminya
Adapun 5 produk obat sirup yang melebihi ambang batas ini didapati setelah BPOM melakukan pengujian terhadap 39 bets dari 26 sirup obat hingga 19 Oktober 2022.
1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.