Kekerasan Terhadap Anak di Banyumas Raya Tinggi, Ini Saran Ahli Kesehatan Jiwa Anak

Purwokerto

Jum'at, 10 Maret 2023 | 18:11 WIB
Kekerasan Terhadap Anak di Banyumas Raya Tinggi, Ini Saran Ahli Kesehatan Jiwa Anak
Ketua Prameswari Banyumas, dr Hilmi Paramita SpKJ memaparkan data kekerasan terhadap anak di era digital di Rumah Makan Si Panci, Banyumas, Jumat 10 Maret 2023. (Foto: Afgan)

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Laporan kekerasan terhadap anak di Banyumas Raya mencapai 4 ribu lebih. Di era digital, angkanya melejit karena ada jenis kekerasan berbasis online yang biasa disebut cyber bullying. Penelitian menunjukkan 49 persen pengguna internet pernah mengalami cyber bullying.

Dari segi kualitas, kekerasan anak juga semakin mengkhawatirkan. Ironisnya, pelaku kekerasan kebanyakan dilakukan orang terdekat, seperti keluarga.

Data Perkumpulan Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Indonesia (Prameswari) Banyumas tahun 2020 menyebut ada 4.600 laporan kekerasan terhadap anak di Banyumas Raya. Dari angka ini, 2.556 di antaranya merupakan kekerasan seksual, 1.111 kekerasan fisik, dan 979 di antaranya kekerasan psikis.

Ketua Prameswari Banyumas, dr Hilmi Paramita SpKJ, menjelaskan data Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak tahun 2020 menyebut 58,8 persen kekerasan terjadi di lingkungan rumah tangga. Sementara data KPAI tahun 2020 menyatakan 74,4 persen dilakukan oleh ibu dan 25,6 persen oleh ayah.

"Catatan ini merupakan fenomena gunung es, di mana jumlah kejadian di masyarakat yang tidak tercatat dan tidak dilaporkan mungkin sekali lebihh banyak lagi," ujar Hilmi melalui paparannya, Jumat 10 Maret 2023.

Hilmi menambahkan, masyarakat perlu mengetahui penanganan pertama pada korban kekerasan anak yang biasa disebut psychological first aid. Hal ini karena luka batin juga perlu penanganan dini agar tidak berdampak lebih luas terhadap penyintas.

"Pertama kita harus mendampingi korban," kata dia.

Hilmi menyarankan orang sekitar penyintas harus menjadi bagian dari support system bagi penyintas untuk pulih. Hal yang perlu dilakukan ialah mendengarkan penyintas tanpa mendebat, menyanggah atau menyela. 

"Biarkan dia bercerita, mengungkapkan isi hatinya, sampai kita menemukan support system lain yang mendukungnya untuk kembali pulih," ucapnya.

baca juga

Selain pendampingan pasca kejadian, upaya pencegahan dengan menghidupkan kepedulian terhadap anak juga penting. Kepedulian terhadap anak melalui penyediaan ruang yang sehat dan aman bagi anak juga penting.

Kepedulian ini dimulai dari lingkungan keluarga, masyarakat dan lingkungan sekolah. Sebab, lingkungan ini menjadi tempat di mana anak berinteraksi sehari-hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banyumas Jadi Contoh Kota Berwawasan Lingkungan di Asia Tenggara, Ini Keunggulannya

Banyumas Jadi Contoh Kota Berwawasan Lingkungan di Asia Tenggara, Ini Keunggulannya

Purwokerto | Kamis, 09 Maret 2023 | 16:28 WIB

Ayah Tega Rudapaksa Anak Tiri Usia 16 Tahun di Banyumas

Ayah Tega Rudapaksa Anak Tiri Usia 16 Tahun di Banyumas

Purwokerto | Kamis, 09 Maret 2023 | 12:49 WIB

Masjid Agung Baitussalam Purwokerto Gelar Tasmi' Alquran

Masjid Agung Baitussalam Purwokerto Gelar Tasmi' Alquran

Purwokerto | Kamis, 09 Maret 2023 | 10:06 WIB

Pemotor Asal Banyumas Tewas Usai Tabrak Tiang dan Terpental ke Sungai Logawa

Pemotor Asal Banyumas Tewas Usai Tabrak Tiang dan Terpental ke Sungai Logawa

Purwokerto | Sabtu, 04 Maret 2023 | 20:55 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×