Mengenal Cidera Otak Berat dan Besaran Biaya Pemulihannya : Belajar dari Koran David Ozora

Purwokerto | Suara.com

Minggu, 16 April 2023 | 16:25 WIB
Mengenal Cidera Otak Berat dan Besaran Biaya Pemulihannya : Belajar dari Koran David Ozora
Mellisa Anggraini, Kuasa hukum Cristalino David Ozora saat mendatangi Polda Metro Jaya. ((Foto. PMJ News))

PURWOKERTO.SUARA.COM - Terdakwa Anak AG (15) dijatuhi vonis 3,5 tahun di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) atas keterlibatannya dalam kasus penganiayaan berat terhadap David Ozora (17).

Sebelum menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Anak AG, Hakim Tunggal Sri Wahyuni Batubara mempertimbangkan berbagai pertimbangan, yakni keadaan memberatkan dan keadaan meringankan.

Dikutip dari PMJ News, Hakim Tunggal Sri Wahyuni mengatakan bahwa keadaan yang memberatkan vonis terhadap Anak AG.

Sri Wahyuni menyebut kondisi  David Ozora yang masih di rumah sakit hingga kini akibat mengalami kerusakan otak berat jadi pemberatnya.

Untuk diketahui Kerusakan otak berat akibat penganiayaan adalah sebuah masalah serius yang dapat mengakibatkan dampak jangka panjang pada kesehatan seseorang.

Penganiayaan dapat terjadi pada semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, dan dapat mengakibatkan berbagai macam cedera, termasuk kerusakan otak berat.

Kerusakan otak berat akibat penganiayaan terjadi ketika otak mengalami trauma yang serius. Trauma ini dapat disebabkan oleh benturan yang kuat pada kepala, atau oleh benda yang menembus otak.

Kerusakan otak ini dapat mengakibatkan berbagai gejala, seperti kehilangan kesadaran, mual dan muntah, kejang, sakit kepala, kehilangan ingatan, dan gangguan kognitif dan perilaku.

Kerusakan otak berat akibat penganiayaan dapat memengaruhi fungsi otak secara keseluruhan, termasuk kemampuan untuk berpikir, berbicara, bergerak, dan merasakan.

Pada beberapa kasus, kerusakan otak ini dapat mengakibatkan kecacatan fisik dan keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya itu, kerusakan otak berat akibat penganiayaan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Oleh karena itu, penting bagi para korban penganiayaan untuk segera mendapatkan perawatan medis yang tepat untuk mengurangi risiko kerusakan otak berat.

Tindakan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan tindakan pencegahan seperti menghindari situasi yang berbahaya.

Serta menghindari konflik dengan orang lain, dan melaporkan kejadian penganiayaan ke pihak yang berwajib secepat mungkin.

Mengingat kerusakan otak berat akibat penganiayaan adalah masalah serius yang dapat mengakibatkan dampak jangka panjang pada kesehatan seseorang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Sidang Pengacara Mario Dandy Diganti, Kok Bisa ? Begini Aturan Penunjukan Pengacara di Kasus Pidana

Jelang Sidang Pengacara Mario Dandy Diganti, Kok Bisa ? Begini Aturan Penunjukan Pengacara di Kasus Pidana

| Sabtu, 15 April 2023 | 23:00 WIB

Belum Sembuh, Biaya Perawatan David Ozora Sudah Tembus Rp 1,2 Miliar

Belum Sembuh, Biaya Perawatan David Ozora Sudah Tembus Rp 1,2 Miliar

| Senin, 10 April 2023 | 20:04 WIB

Mengupas Flexing dari Kacamata Psikologi, 4 Hal Ini yang Bikin Salah Kaprah : Nomor Tiga Tidak Terduga

Mengupas Flexing dari Kacamata Psikologi, 4 Hal Ini yang Bikin Salah Kaprah : Nomor Tiga Tidak Terduga

| Minggu, 09 April 2023 | 14:44 WIB

7 Tips Mobil jadi Irit BBM saat Mudik Lebaran, Nomor 6 Jarang Dilakukan

7 Tips Mobil jadi Irit BBM saat Mudik Lebaran, Nomor 6 Jarang Dilakukan

| Jum'at, 07 April 2023 | 17:59 WIB

Terkini

Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS

Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS

Entertainment | Kamis, 16 April 2026 | 10:48 WIB

7 Bedak Wardah yang Tahan Lama untuk Kondangan, Mulai Rp30 Ribu

7 Bedak Wardah yang Tahan Lama untuk Kondangan, Mulai Rp30 Ribu

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 10:45 WIB

7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules

7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:45 WIB

Salatiga dan Seni Merawat Perbedaan di Tengah Dunia yang Bising

Salatiga dan Seni Merawat Perbedaan di Tengah Dunia yang Bising

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 10:45 WIB

Terdakwa Kasus Peredaran 50 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Terdakwa Kasus Peredaran 50 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Sumbar | Kamis, 16 April 2026 | 10:40 WIB

Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan

Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 10:39 WIB

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:37 WIB

Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:36 WIB

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:35 WIB

Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!

Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!

Sport | Kamis, 16 April 2026 | 10:34 WIB