purwokerto

Adab Bertamu di saat Lebaran, Jangan Bermaksud Cari Makan Gratis

Purwokerto Suara.Com
Jum'at, 21 April 2023 | 12:55 WIB
Adab Bertamu di saat Lebaran, Jangan Bermaksud Cari Makan Gratis
Ilustrasi Lebaran ((istockphoto))

PURWOKERTO.SUARA.COM Saat momen lebaran dimanfaatkan umat Muslim untuk berkumpul bersama keluarga, kerabat jauh, teman, atau kolega untuk melepas kerinduan dan bersilaturahim. Berkunjung ke rumah keluarga dan teman menjadi hal yang dinantikan saat Lebaran.

Dalam Syariat dianjurkan untuk menjaga silaturahim. Menjaga silaturahim memiliki hikmah dan keutamaannya yang luar biasa. Di antaranya dapat meluaskan rezeki dan memanjangkan usia.

Seringkali kegiatan berkunjung ke rumah  keluarga menjadi kurang khidmat lantara tercederai sikap dan tindakan kita sendiri yang tak sepatutnya dilakukan.

Demi menjaga kekhidmatan silaturahim di saat lebaran, masyarakat yang akan mengunjungi saudara perlu mengetahui 10 adab bertamu dan silaturahim saat lebaran yang baik dalam tuntunan syariat. 

Dikutip dari NU Online, berikut 10 adab bertamu dan silaturahim saat lebaran. 

1.  Niat Silaturrahim saat Lebaran

Saat berkunjung kepada seseorang, hendaknya disertai niat yang baik dan mulia. Misalnya, berbakti kepada orang tua dan memuliakan mereka jika yang dikunjungi adalah orang tua. Menyambung tali silaturahim, memperkuat ikatan sesama muslim, memenuhi undangan jika sebelumnya ada undangan, membahagiakan orang yang dikunjungi, dan sebagainya. 

2. Waktu Silaturrahim

Saat berkunjung atau bertamu hendaknya tidak dilakukan pada waktu istirahat atau saat orang baru pulang bepergian. Tujuannya agar tidak mengganggu waktu istirahat dan kenyamanannya. Makanya, agar tuan rumah lebih siap, sebaiknya kita membuat janji atau jadwal terlebih dahulu.

Baca Juga: Tanpa Kontroversi, Warga Muhammadiyah Purbalingga Salat Ied di Alun-alun dengan Khidmat

3. Tidak Terburu-Buru

Saat bertamu juga hendaknya tidak terlalu buru-buru, namun tidak pula terlalu terlama, kecuali diminta oleh tuan rumah. 

4. Tidak Pilih-Pilih

Tidak membeda-bedakan atau memilih-milih orang yang dikunjungi, baik yang kaya maupun yang miskin, baik pejabat maupun sipil. Hanya saja, sudah menjadi tuntunan syariat dan budaya yang berlaku, yang lebih muda datang kepada yang lebih sepuh, bawahan datang kepada atasan, dan seterusnya.    

5. Tidak Bermaksud Cari Makan Gratis

Kedatangan ke tempat seseorang atau ke suatu jamuan, jangan sampai dimaksudkan untuk memenuhi keinginan makan atau mencari kenikmatan hidangan secara gratis. Kendati disiapkan hidangan, terima dan cicipilah dengan senang hati meski merasa sedikit kenyang, menerimanya tidak berlebihan, berusaha menghabiskan makanan yang sudah di piring, dan selalu meluruskan niat, seperti mencari kekuatan ibadah, menuai keberkahan makan bersama, dan sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI