SUARA.PURWOKERTO.COM, BANJARNEGARA – Sebanyak 44 desa di 14 Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara termasuk kategori Miskin Ekstrem.
Hal tersebut dikemukakan Pj Bupati Banjarnegara Tri Hasto Widirahmanto saat meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita stunting di Desa Petuguran, Kecamatan Punggelan pada Kamis 15 Juni 2023.
“Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting Kabupaten Banjarnegara pada 2022 adalah 22,2 %,” ujarnya.
Tri Hasto menjelaskan, jumlah tersebut masih tinggi dibandingkan target nasional yaitu 14% pada Tahun 2024 dengan target harus tuntas pada tahun tersebut.
“Kondisi ini tentu membutuhkan effort atau usaha yang lebih dari kita semua secara konvergen, holistik, integratif dan berkualitas, mengingat waktu yang tersedia semakin pendek,” lanjutnya.
Lebih jauh Pj Bupati menjelaskan, penurunan angka kemiskinan dan percepatan penurunan stunting tidak hanya melihat angka statistik saja.
“Peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan komitmen dari kita bersama dari lubuk hati yang terdalam sebagai bentuk pengabdian kita kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut Tri Harso berpesan kepada para Camat, Kepala Puskesmas, Koordinator Penyuluh KB, Kepala Desa, Ketua TPPS Desa (Ketua TP PKK Desa) dan Tim Pendamping Keluarga yang akan mendampingi dan memantau proses pemberian makanan tambahan untuk bersungguh-sungguh melakukan tugasnya.
“Pastikan bahwa makanan tambahan tersebut benar-benar dikonsumsi balita dimaksud dan setelah itu buat evaluasi secara berkala untuk laporan progresnya,” paparnya.
Baca Juga: Cara Pengajuan Akun PPDB SMA/SMK Jateng 2023
Sementara itu, Kepala Dispermades PPKB, Hendro Cahyono mengatakan program PMT ini diperuntukkan untuk 120 anak yang tersebar di 14 kecamatan dan 35 desa.
“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan lokal dengan menu yang telah disusun oleh Ahli Gizi dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, PMT tersebut diberikan selama 90 hari dengan nilai Rp. 20 ribu per anak/hari.
Selain itu, evaluasi perkembangan balita akan dilakukan setiap minggu, balita stunting tersebut akan ditimbang berat badan serta tinggi badan.
“Kami optimis, apabila program PMT ini dilakukan secara berkesinambungan maka akan berhasil menurunkan angka stunting di Banjarnegara,” lanjut Hendro.
Hal senada diungkapkan Camat Punggelan Mohamad Julianto yang menyampaikan apresiasi dan terimakasih pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang peduli dan tanggap terhadap permasalahan di wilayah terutama dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting.