Jelang Penutupan Acara ICE, Pemko Siantar Unjuk Kerajinan Andalannnya

Ranah | Suara.com

Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:40 WIB
Jelang Penutupan Acara ICE, Pemko Siantar Unjuk Kerajinan Andalannnya
Pemko Siantar

RanahSuara- Ulos dikenal sebagai kain khas dari suku di Sumatera Utara yakni Batak, Kain ini kerap digunakan pada upacara adat.

Pada awalnya kain ulos digunakan sebagai pakaian sehari-hari masyarakat Batak. Selain dipakai untuk pengganti baju maupun sarung, ulos juga dipakai sebagai penutup kepala, hingga selendang.

Produk andalan yang dipamerkan Pemko Siantar dalam Indonesia City Expo (ICE) seperti kerajinan ulos, tenun sirat, songket, sarung tisu, becak Siantar, dan lain sebagainya.

Pameran ini bagian dari Rakernas Apeksi itu digelar di RTH Imam Bonjol Padang

"Biasanya orang Batak setiap pesta adat memakai ulos, tadi ada pembeli dari berbagai daerah membeli ulos sepasang, karena terlalu banyaknya pengunjung, ibuk lupa daerah mana yang membeli ulos," ungkap Nurli (58 tahun) ditemui pada Rabu, (9/8/2022)

Menurut keterangan Ibuk Nurli proses pembuatan ulos itu dirajut seperti songket, kemudian dikanji atau dipress hingga bahannya menjadi keras, tujuannya agar ketika dipakai oleh pejabat kota ulos ini tidak kusut

"Kerajinan Ulos ini sering dipakai orang Batak untuk acara pesta adat, sedangkan sirat digunakan ketika acara sakral seperti: memberangkatkan orang tua, atau dalam acara pernikahan, pengantinnya memakai sirat," ungkap Nurli

Bukan tenun sembarang tenun, tenun ini adalah tenun sirat, ukuran dan coraknya yang beraneka ragam, membuat salah satu produk unggulan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara ini lekas go-international.

"Sirat dan ulos diproduksi di Siantar, sirat termasuk usaha rumahan yang dalam pembuatannya tidak lama, sebab sirat sudah lumrah dibuat oleh remaja Siantar, memakai benang wol biasa," ungkap Nurli

"Sirat yang digunakan pengantin namanya sortale, jika orang yang mengadakan acara adat terbilang mampu, ikat kepala yang digunakan pegantin memakai kain merah berserta bros emas ditempel sekeliling kepala pengantin," ungkapnya

Begitu legendarisnya tenun sirat Tobasa, rasanya belum afdol mengunjungi Danau Toba.

Kalau tidak membeli tenun sirat dari para pengrajin lokal di sana, yang lazim dibeli turis baik turis lokal maupun turis manca negara adalah tenunnan ikat kepala atau sortale.

"Di Danau Toba, Prapat banyak orang yang menjual sirat, dan paling laris bule bule pada beli. Harganya kisaran Rp.100.000, kalau dalam pameran ini harga siratnya Rp 35.000," ungkap Nurli

Kaum hawa lebih suka membeli fashion scarf, berbentuk stola atau syal. Selain bisa dililitkan di leher, bisa juga dipakai sebagai pengikat kepala.

Ada juga tenun untuk diikatkan di tangan, di pinggang, dan lain-lain manfaat sesuai kebutuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Targetkan Berantas Habis Segala Bentuk Perjudian di Sumatera Utara

Polisi Targetkan Berantas Habis Segala Bentuk Perjudian di Sumatera Utara

| Rabu, 10 Agustus 2022 | 23:10 WIB

Kenaikan Tarif Ojek Online, Pengemudi Ojol di Medan Kecewa : Upah Driver Tidak Naik, Tak Adil !

Kenaikan Tarif Ojek Online, Pengemudi Ojol di Medan Kecewa : Upah Driver Tidak Naik, Tak Adil !

| Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:55 WIB

Lagi Transaksi, Polisi Tangkap 2 Pemadat Ganja di Kota Sibolga

Lagi Transaksi, Polisi Tangkap 2 Pemadat Ganja di Kota Sibolga

| Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:34 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:15 WIB

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB

Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang

Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang

Sumsel | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix

Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:00 WIB

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:54 WIB

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:35 WIB