Apa Arti Mokel Puasa? Kuatkan Iman, Jangan Mudah Tergoda!

Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 17 Maret 2024 | 09:35 WIB
Apa Arti Mokel Puasa? Kuatkan Iman, Jangan Mudah Tergoda!
Apa Arti Mokel Puasa? Kuatkan Iman, Jangan Mudah Tergoda! (IstockPhoto)

Suara.com - Iman seseorang tak selalu berada di puncak, beberapa orang mungkin saja lalai dalam menjalankan kewajibannya. Seperti saat puasa Ramadhan, sebagian orang bahkan ada yang mokel karena berbagai alasan salah satunya tidak kuat menahan lapar atau haus. Lalu apa arti mokel puasa itu? 

Kata mokel sendiri bisa dibilang sebagai bahasa gaul yang dipopulerkan oleh anak muda dan sering dijadikan sebagai bahan candaan. Untuk diketahui, l kata mokel ini bukan merupakan bahasa baku dan kata ini tidak tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kata ini juga berkaitan dengan puasa Ramadan. 

Arti Mokel Puasa  

Melansir dari berbagai sumber, mokel merupakan kata-kata dari bahasa lokal yang populer di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Arti mokel puasa adalah sengaja berbuka sebelum waktunya. Biasanya, mokel dilakukan saat seseorang merasa sudah tidak kuat lagi menahan lapar atau haus dari berpuasa di tengah kegiatannya. 

Tak jarang, seseorang yang melakukan mokel ataupun sengaja membatalkan puasanya akan makan dan minum secara diam-diam. Setelah selesai makan atau minum, maka orang tersebut akan berpura-pura jika ia masih berpuasa di depan orang lain. 

Hukum Mokel Puasa 

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw bersabda: 

“Barangsiapa tidak puasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa adanya keringanan yang Allah 'azza wa jalla berikan kepadanya, maka tidak akan bisa menjadi ganti darinya [walaupun ia berpuasa] selama satu tahun,” (H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Khuzaimah).  

Disebutkan pula meninggalkan ibadah wajib termasuk dosa besar, tak terkecuali saat seseorang mokel puasa Ramadhan tanpa adanya uzur syar’i. Dari Abu Umamah mengatakan Rasulullah SAW pernah bermimpi terkait siksa orang yang mokel puasa Ramadan tanpa adanya uzur Syar'i seperti berikut:  

baca juga

“Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang malaikat membawa pundakku. Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang pecah keluar darah. Aku bertanya, ‘Siapa mereka?’ Ia menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum diperbolehkan waktunya berbuka puasa’,” (H.R. An-Nasa’i).  

Sehingga dapat disimpulkan bahwa hukum mokel puasa tanpa uzur syar’i bagi seorang muslim yang sudah mukalaf adalah haram. Meski mereka bisa mengqada di lain waktu, seolah selama setahun penuh berpuasa namun tetap tak bisa menukar iftar yang ditinggalkan secara sengaja. 

Waktu Mengganti Mokel Puasa 

Melansir laman About Islam, dalam sebuah hadits riwayat Malik disebutkan bahwa: 

أَنَّ رَجُلًا أَفْطَرَ فِي رَمَضَانَ فَأَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُكَفِّرَ بِعِتْقِ رَقَبَةٍ أَوْ صِيَامِ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ أَوْ إِطْعَامِ سِتِّينَ مِسْكِينًا فَقَالَ لَا أَجِدُ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقِ تَمْرٍ فَقَالَ خُذْ هَذَا فَتَصَدَّقْ بِهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَجِدُ أَحْوَجَ مِنِّي فَضَحِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ كُلْهُ 

Dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang berbuka pada bulan ramadhan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kepadanya untuk menggantinya dengan membebaskan seorang budak atau puasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan enam puluh orang miskin. Namun orang tersebut berkata; "Aku tidak mendapatinya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengambil satu karung kurma dan bersabda: "Ambillah ini dan bersedekahlah dengannya." Orang tersebut berkata; "Wahai Rasulullah, aku tidak menemukan orang yang lebih membutuhkan selain diriku, " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun tertawa hingga kelihatan gigi taringnya, kemudian bersabda: "Kalau begitu makanlah." 

Hadits di atas menjelaskan bahwa orang yanh sebelumnya telah berniat puasa, lalu batal karena sengaja makan atau minum di sing hari maka wajib untuk mengganti puasa satu hari dengan dua bulan berturut-turut atau bisa membayar fidyah kepada 60 orang miskin. Akan tetapi, bagi orang yang dengan sengaja meninggalkan puasa Ramadhan satu bulan penuh selama beberapa tahun termasuk dosa besar yang tak ada penebusannya.  

Adapun penggati mokel puasa ini bisa dilakukan kapan saja setelah Ramadhan berakhir. Namun alangkah baiknya jika dilakukan segera mungkin setelah puasa Ramadhan. 

Demikianlah apa arti mokel puasa serta hukum dan waktu membayarnya. Berdasarkan penjelasan di atas, mokel puasa merupakan perbuatan yang haram hingga mendatangkan dosa besar. 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Ramadhan Hari ke 6 dan 7 Lengkap: Tulisan Arab, Latin, dan Arti

Doa Ramadhan Hari ke 6 dan 7 Lengkap: Tulisan Arab, Latin, dan Arti

Religi | Sabtu, 16 Maret 2024 | 20:47 WIB

Bolehkah Sikat Gigi Saat Puasa? Simak Panduan Lengkap dari Berbagai Alim Ulama

Bolehkah Sikat Gigi Saat Puasa? Simak Panduan Lengkap dari Berbagai Alim Ulama

Religi | Minggu, 17 Maret 2024 | 05:00 WIB

Terkini

Nyai Hj. Hindun Susilowati, Sosok Pengasuh Ponpes Al Muayyad Solo Wafat

Nyai Hj. Hindun Susilowati, Sosok Pengasuh Ponpes Al Muayyad Solo Wafat

Religi | Kamis, 05 Maret 2026 | 07:52 WIB

Update Besaran Zakat Fitrah 2026, Nominal Uang dan Beras

Update Besaran Zakat Fitrah 2026, Nominal Uang dan Beras

Religi | Minggu, 01 Maret 2026 | 08:28 WIB

Doa Spesifik Hari Kelima Ramadan: Peningkatan Istighfar dan Kesalehan

Doa Spesifik Hari Kelima Ramadan: Peningkatan Istighfar dan Kesalehan

Religi | Minggu, 22 Februari 2026 | 12:35 WIB

Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya

Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya

Religi | Senin, 02 Februari 2026 | 16:48 WIB

Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat

Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat

Religi | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:17 WIB

Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Religi | Kamis, 22 Januari 2026 | 07:06 WIB

Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita

Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita

Religi | Kamis, 15 Januari 2026 | 18:41 WIB

Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama

Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama

Religi | Selasa, 13 Januari 2026 | 05:00 WIB

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah

Religi | Kamis, 01 Januari 2026 | 21:50 WIB

Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup

Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup

Religi | Senin, 22 Desember 2025 | 07:58 WIB

×