Suara.com - Amalan malam Lailatul Qadar menjadi hal yang penting untuk diketahui oleh umat Islam. Salah satu amalan malam Lailatul Qadar adalah sholat tasbih. Nah, untuk itu penting mengetahui tata cara sholat tasbih malam Lailatul Qadar.
Sholat Tasbih sendiri merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Ramadhan, terutama di sepuluh malam terakhir puasa Ramadhan. Seperti namanya, sholat sunnah ini di dalamnya banyak bacaan kalimat Tasbih yang dibaca secara khusus.
Dalam pengertian lainnya, sholat sunnah Tasbih merupakan sholat sunnah yang dikerjakan dengan tujuan mentasbihkan (mensucikan) Allah SWT secara khusus. Diketahui di setiap rakaat sholat tasbih, kalimat tasbih yang diucapkan sebanyak 75 kali, sehingga pada empat raka'at sholat sunnah yang dikerjakan, maka akan diucapkan sebanyak 300 kali Tasbih.
Hadist Sholat Tasbih
Ada beberapa hadits yang menerangkan tentang anjuran sholat tasbih, salah satunya yaitu hadits Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu, yang lafazh-nya diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunan-nya (1297) sebagai berikut:
Rasulullah bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib, “Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah engkau aku beri? Maukah engkau aku kasih? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh sifat (pekerti)? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu; dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa).
Engkau shalat empat rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca al-Fatihah dan satu surat (al-Quran). Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca, ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar sebanyak 15 kali.
Kemudian ruku’, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali.
Maka itulah 75 (dzikir) pada setiap satu rakaatnya. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melakukan (shalat) itu setiap hari sekali, maka lakukanlah! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu.”
Niat Sholat Tasbih
Sebelum mengerjakan sholat sunnah tasbih umat muslim harus melafalkan niatnya. Berikut adalaj bacaan niat sholat tasbih 4 rakaat 2 salam:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat-Tasbiihi rak'ataini lillaahi Ta'aalaa.
Artinya: Aku berniat melaksanakan sholat sunnah Tasbih, sebanyak dua rakaat semata-mata karena Allah Ta'ala.
Tata Cara Sholat Tasbih
Berikut ini adalah tata cara pelaksanaan sholat tasbih 4 rakaat dengan 2 kali salam:
1. Membaca niat sebelumbmengerjakan sholat tasbih
2. Melakukan gerakan takbiratul ihram
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surat al-Fatihah
5. Membaca salah satu surat tertentu dalam Al-Qur'an (yang utama surat-surat pendek).
6. Membaca kalimat tasbih sebanyak 15 kali
7. Membaca kalimat akbir, lalu ruku'.
8. Dalam ruku' hendaklah dibaca kalimat Tasbih sebanyak 10 kali
9. Bangun dari gerakan ruku' (I'tidal) lalu membaca Tasbih sebanyak 10 kali
10. Lakukan gerakan sujud, sambil membaca Tasbih sebanyak 10 kali
11. Duduk di antara dua sujud dan membaca kalimat Tasbih sebanyak 10 kali
12. Lakukan gerakan sujud kedua seraya membaca Tasbih sebanyak 10 kali
13. Bangkit dari gerakan sujud, sebelum berdiri ke raka'at kedua lalu membaca Tasbih sebanyak 10 kali
14. Takbir dan berdiri
15. Lakukan gerakan selanjutnya hingga salam.
Doa yang Dibaca Selesai Sholat Tasbih
اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَك اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِيْ عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ حَتَّى أَخْلُصَ لَكَ النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُوْنَ أُحْسِنَ الظَنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ. ا هـ وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النَّارِ
Allâhumma innî as’aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a‘mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta‘abbuda ahlil wara‘i, wa ‘irfâna ahlil ‘ilmi hattâ akhâfak. Allâhumma innî as’aluka makhâfatan tahjizunî ‘an ma‘âshîka hattâ a‘mala bi thâ‘atika ‘amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hattâ akhlusha lakan nashîhata hayâ’an minka wa hattâ atawakkala ‘alaika fil ’umûri kullihâ wa hattâ akûna ’uhsinuz zhanna bika, subhâna khâliqin nûr (lain riwayat khâliqin nâr).
Artinya: Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu. Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Maha Suci Engkau Pencipta cahaya (lain riwayat, Pencipta api).
Waktu Mengerjakan Sholat Tasbih
Sementara itu, waktu pelaksanaan sholat tasbih ini bisa dilakukan kapan saja, baik itu di siang hari maupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang telah dilarang untuk sholat. Akan tetapi ada perbedaan dalam teknis pelaksanaan shalat sunnah di siang dan malam hari.
Pada umumnya, sholat tasbih terdiri dari 4 rakaat. Apabila ibadah ini dilaksanakan pada siang hari maka sholat Tasbih bisa dilakukan empat rakaat dengan satu kali salam. Sementara itu bila dilaksanakan sebanyak 4 rakaat namun 2 rakaat masing-masing dengan gerakan satu salam.
Nah itu tadi ulasan terkait tata cara sholat tasbih malam Lailatul Qadar. Semoga kita bisa menjalankan ibadah ini di detik-detik terakhir Ramadhan.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari