Melunasi hutang puasa yang tertinggal merupakan persiapan utama dan wajib dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Hal ini terutama berlaku bagi wanita yang biasanya tidak dapat berpuasa karena masa haid.
Hutang puasa dapat diganti sepanjang tahun hingga bulan Syaban. Oleh karena itu, sebaiknya melunasi utang puasa sebelum bulan Syaban berakhir.
2. Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Syaban
Sebulan sebelum Ramadan, yakni di bulan Syaban, Rasulullah SAW sering melaksanakan puasa. Imam Baihaqi dalam bukunya "Waktu-waktu Penuh Berkah: Khazanah Islam Klasik" menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berpuasa hampir sepanjang bulan Syaban.
Abu Salamah RA pernah bertanya kepada Aisyah RA mengenai puasa Rasulullah SAW, dan beliau menjawab:
"Rasulullah SAW berpuasa hingga kami mengira bahwa beliau tidak akan berbuka, dan beliau juga tidak berbuka hingga kami mengira bahwa beliau tidak akan berpuasa. Dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa sebanyak di bulan Syaban, hampir sebulan penuh." (HR Muslim, Nasa'i, dan Ahmad)
Imam Syafi'i juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW berpuasa hampir sebulan penuh pada bulan Syaban, hanya beberapa hari saja beliau tidak berpuasa.
3. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Menjelang Ramadan, umat Islam juga dapat meningkatkan amalan dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an. Dalam "Kitab Lathoiful Ma'arif" karya Ibnu Rajab, disebutkan bahwa Amru bin Qois Al Mala-i, ketika memasuki bulan Syaban, menutup tokonya dan lebih fokus dalam membaca Al-Qur'an.
4. Mempelajari Ilmu tentang Puasa Ramadan
Umat Islam dapat memperkaya pengetahuan mereka mengenai puasa Ramadan. Beberapa hal yang perlu dipahami antara lain hukum, tata cara, serta berbagai ketentuan syariat terkait ibadah puasa.
Selain itu, umat Islam juga bisa mempelajari keutamaan Ramadan serta bagaimana cara meraih keberkahannya sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
5. Berdoa agar Dipertemukan dengan Ramadan
Salah satu amalan lain adalah memperbanyak doa agar diberikan kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan. Dalam buku "Amalan di Bulan Ramadan" karya Mardiyah, disebutkan bahwa sebagian ulama salaf berdoa kepada Allah SWT selama enam bulan sebelum Ramadan agar diberikan kesempatan bertemu dengannya, dan lima bulan setelahnya agar amal ibadah mereka diterima.
Doa ini merupakan wujud harapan seorang hamba agar bisa menjalani Ramadan dengan sebaik-baiknya dan memperbanyak ibadah di dalamnya.
6. Menata Niat
Sebagai umat Islam, kita juga dapat mempersiapkan niat serta hati dengan penuh kebahagiaan dalam menyambut Ramadan. Ini merupakan konsekuensi logis setelah memahami kemuliaan serta limpahan ampunan Allah di bulan suci ini.
7. Melakukan Rukyatul Hilal Jika Memiliki Kemampuan dan Ilmunya
Amalan lain yang dapat dilakukan adalah melihat hilal untuk menentukan masuknya bulan Ramadan, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan serta ilmu dalam bidang ini.
Pengamatan hilal dapat dilakukan pada sore hari tanggal 29 Syaban hingga matahari terbenam sempurna. Jika hilal tidak terlihat, maka jumlah hari dalam bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.
8. Ziarah Kubur
Menjelang Ramadan, ziarah kubur juga menjadi salah satu amalan yang bisa dilakukan. Dari berbagai sumber, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membolehkan ziarah kubur, meskipun tidak menetapkan waktu khusus untuk pelaksanaannya.
Semoga informasi di atas bermanfaat. Marhaban ya Ramadan!
Kontributor : Rishna Maulina Pratama