3. Mendapatkan ketenangan dan keyakinan terhadap janji Allah Subhanahu wa Ta'ala mengenai pertolongan yang diberikan-Nya.
4. Tidak khawatir terhadap kehidupan di dunia ini, dan percaya bahwa sudah ada jaminan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebab Dia-lah yang menjamin penghidupan bagi hamba-hambanya.
5. Tidak pernah merasa bosan bersimpuh kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan berzikir dan membaca Alquran.
6. Bergaul dengan orang yang dekat pada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
7. Berusaha keras mencari ilmu dan mendapatkan kemudahan dalam proses tersebut, khususnya pada ilmu syariah.
Itulah perbedaan antara haji mabrur dan haji mardud. Semoga dengan ini bisa menambah ilmu dan memperkuat keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. (*)