2 Daerah Indonesia yang Alami Fenonema Embun Es seperti Dieng, Mana Saja?

Selebtek

Sabtu, 02 Juli 2022 | 09:56 WIB
2 Daerah Indonesia yang Alami Fenonema Embun Es seperti Dieng, Mana Saja?
suara.com

Selebtekno.suara.com - Suhu udaranya yang dingin bahkan bisa mencapai minus 1 derajat celcius merupakan hal yang identik dengan kawasan Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Karena itu di kawasan ini sering juga muncul fenomena embun yang menjadi es pada waktu=waktu tertentu.

Fenomena embun es kembali terjadi di Dieng pada Kamis (30/6/2022) lalu. Kepala Unit Pengelola Tehknis (UPT)Pengelola Wisata Dieng, Sri Utami mengungkapkan, sejak malam suhu udara di Dieng sudah dingin, yakni minus 1 derajat celcius.

"Dari semalam sudah mulai dingin, pagi ini suhunya minus 1 derajat celsius," kata Sri, pada Kamis (30/6/2022).

Menurut Sri, suhu udara dingin hingga menimbulkan embun es terjadi di sejumlah titik, diantaranya di komplek Candi Arjuna, Lapangan sekitar Candi dan Dharmasala.

Fenomena embun es ini sudah dua kali terjadi di Dieng sepanjang tahun 2022, pertama kali terjadi pada Januari 2022, dimana saat itu suhu udara di Dieng mencapai 3 derajat celcius.

Namun Dieng bukan satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki fenomena embun es. Ada daerah lain yang juga memiliki fenomena yang sama. 

1. Lereng Semeru, Lumajang, Jawa Timur

Fenomena embun es pernah terjadi tahun lalu di lereng Gunung Semeru, tepatnya di Danau Ranu Pani.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin mengatakan, meski fenomena embun es bisa juga terjadi di lereng Semeru, namun potensinya masih lebih kecil dibanding Dieng.

baca juga

"Potensinya ada (terjadi embun es), tapi saat ini biasanya dieng yang terjadi," ujar Maming.

2. Taman Nasional Bromo

Sementara itu, prakirawan Cuaca BMKG, Agita Vivi mengatakan, berdasarkan laporan BMKG, daerah lain yang berpotensi terjadi fenomena embun es selain Dieng dan Semeru adalah Kawasan Nasional Bromo, di Jawa Timur.

Menurut Vivi, hal tersebut disebabkan karena oleh udara dingin yang datang dari Australia. "Jika dilihat dari data dan potensi udara dingin dari Australia yang menjadi penyebab fenomena es ini, wilayah Jawa umumnya lebih berpotensi jika dibandingkan dengan Pulau yang lain," imbuh Vivi.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin mengatakan, kemunculan fenomena embun es adalah sesuatu yang alamiah, dimana penyebabnya adalah suhu udara yang sangat dingin. 

Menurut Miming, suhu udara dingin itu muncul pada puncak musim kemarau yaitu sekitar Juli-September. Periode ini ditandai dari pergerakan angin dari arah timur yang berasal dari Benua Australia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

2 Daerah di Indonesia Ini Juga Mengalami Fenomena Embun Es Seperti Dieng, Mana Saja?

2 Daerah di Indonesia Ini Juga Mengalami Fenomena Embun Es Seperti Dieng, Mana Saja?

Lifestyle | Sabtu, 02 Juli 2022 | 09:33 WIB

La Nina Tiga Tahun Terakhir Bikin Sumsel Masih Dilanda Hujan Saat Kemarau

La Nina Tiga Tahun Terakhir Bikin Sumsel Masih Dilanda Hujan Saat Kemarau

Sumsel | Sabtu, 02 Juli 2022 | 08:33 WIB

Gunung Ili Lewotolok Meletus Disertai Dentuman Sedang

Gunung Ili Lewotolok Meletus Disertai Dentuman Sedang

Tantrum | Sabtu, 02 Juli 2022 | 07:38 WIB

Terkini

Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi

Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi

Jatim | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:00 WIB

Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan

Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:00 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kulkas Mini Paling Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Hemat Listrik dan Tempat

Kulkas Mini Paling Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Hemat Listrik dan Tempat

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:47 WIB

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:37 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun

Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:19 WIB

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:16 WIB

4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G

4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:15 WIB