Selebtek.suara.com - PT Istaka Karya dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 15 Juli 2022 lalu. Bukan hanya Istaka Karya, sederet BUMN lainnya juga mengalami hal yang sama.
Hal itu terjadi karena kinerja perusahaan BUMN yang makin hari semakin menurun. Akibatnya, organisasi perusahaan kacau dan kerugian yang harus ditampung perusahaan semakin besar.
Berbagai BUMN seolah menjadi "zombie" dan siap untuk dihentikan operasionalnya.
Lalu, bagaimana nasib perusahaan pelat merah yang dikabarkan telah menelan banyak sekali kerugian.
Berikut daftar BUMN yang terus menerus merugi yang akhirnya harus gulung tikar.
1. PT Kertas Kraft Aceh (KKA)
KKA merupakan bekas tempat presiden Jokowi bekerja ketika dirinya merantau ke Aceh. Perusahaan berbasis di Lhokseumawe ini berhenti beroperasi sejak 2007 silam karena kesulitan mendapatkan bahan baku.
Padahal produsen pembungkus semen ini mempunyai kapasitas terpasang hingga 135.000 ton per tahun.
2. PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (PANN)
PANN merupakan BUMN yang bergerak di bidang multifinance untuk perkapalan. PANN mempunyai beban hutang sejak tahun 1994 tanpa mendapatkan pemasukan.
Meskipun telah mengeluarkan pembiayaan pesawat mencapai USD 34 juta serta meminjam di bank hingga Rp150 milliar, PANN tetap tidak bisa membayar cicilan.
3. PT Industri Sandang Nusantara (ISN)
ISN merupakan pabrik tekstil yang beroperasi di tujuh wilayah, seperti Makassar, Pasuruan, Malang, Semarang, Bandung, Cilacap, serta Tegal.
ISN dikabarkan terus menerus mengalami kerugian. Bahkan Erick Thohir menyebut bahwa ISN merupakan BUMN dengan kategori sakit kronis.
4. PT Industri Gelas
Presiden Jokowi meminta untuk membubarkan BUMN ini karena perusahaan ini tak mampu lagi menanggung beban usaha.
Beban usaha perusahaan ini lebih besar apabila dibandingkan dengan jumlah total pendapatan nya.
5. PT Merpati Nusantara Airlines
PT Merpati Airlines berhenti mengudara sejak tahun 2014 silam karena kalah saing dengan armada bertarif murah seperti Lion Air. Perusahaan ini mencetak rugi bersih mencapai Rp2,48 trilliun.
6. PT. Kertas Leces
Perusahaan ini dinyatakan bangkrut sejak 25 September 2018 lalu. Pabrik kertas Leces ini pernah jadi salah satu BUMN kebanggaan di jaman pemerintahan Presiden Soeharto, namun kini kejayaan BUMN ini hanyalah tinggal kenangan.
Sumber : suara.com