SUARA SEMARANG - Belakangan ini ramai di media sosial soal kabar beberapa pelatih yang anti terhadap Shin Tae-yong.
Bahkan pelatih futsal, Doni Zola menyebutkan bahwa ada grup WhatsApp yang isinya adalah pelatih yang anti terhadap Shin Tae-yong.
Dia mengatakan hal tersebut karena masuk dalam grup WhatsApp tersebut.
Doni Zola mengatakan, banyak pelatih Indonesia yang menganggap Shin Tae-yong telah gagal menjadi pelatih Timnas Indonesia.
Shin Tae-yong dinilai minim prestasi selama tiga tahun setengah menangani Timnas Indonesia.
"Waktu Bima Sakti berprestasi dengan Timnas U-16, staf pelatih teriak local pride. Ini menarik buat dibahas," ungkapnya di kanal YouTube Skor Indonesia.
"Karena gue punya Grup WhatsApp bersama pelatih-pelatih sangat anti-STY," sambung Doni Zola.
Dia menambahkan, langkah Shin Tae-yong melakukan perombakan Timnas Indonesia tidak terlalu berdampak.
Di era Shin Tae-yong terdapat banyak pemain yang dinaturalisasi namun dinilai belum memberikan kontribusi kepada prestasi Timnas Indonesia.
"Satu di antaranya karena naturalisasi. Kedua, ngerasa hasilnya gini-gini saja. Artinya mereka punya alasan dong, kenapa mereka menganggap bahwa Shin Tae-yong gagal." tambahnya.
Diketahui, Shin Tae-yong masih memiliki kontrak untuk melatih Timnas Indonesia hingga Desember 2023 mendatang.
Belum ada keputusan pasti apakan Ketum PSSI, Erick Thohir bakal memperpanjang kontrak pelatih asal Korea Selatan tersebut atau tidak.
Namun beberapa waktu lalu sudah diagendakan untuk pertemuan Erick Thohir dengan Shin Tae-yong untuk membahas agenda Timnas Indonesia yang paling dekat, yakni Piala Asia.
Agenda itu yang juga menjadi pertimbangan Erick Thohir apakah akan menggunakan jasa Shin Tae-yong untuk ke depannya atau tidak.