Sukses Kota Lama Semarang Sejajar dengan Cagar Budaya kota Tua di Eropa, Mbak Ita: Butuh Tantangan Pengelolaan

Semarang | Suara.com

Senin, 10 Juli 2023 | 16:59 WIB
Sukses Kota Lama Semarang Sejajar dengan Cagar Budaya kota Tua di Eropa, Mbak Ita: Butuh Tantangan Pengelolaan
Ilustrasi Taman Sri Gunting kawasan Kota Lama Semarang. (Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Tak hanya sebagai destinasi wisata favorit sebagai yang banyak dikunjungi wisatawan, Kota Lama kini menjelma jadi ikon living heritage di Indonesia.

Kota Lama Semarang juga sudaah sejajar dengan kota-kota tua yang ada di Eropa sebab bangunan-bangunan tua yang ada telah kembali aktif dan hidup dengan berbagai aktivitasnya.

Kota Lama Semarang telah menjadi destinasi wisata unggulan Kota Semarang dalam beberapa tahun belakangan ini berkat keberhasilan penataan dan revitalisasi tempat bersejarah tersebut oleh Pemerintah Kota Semarang. 

Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bahkan melakukan penelitian sosial sebagai upaya yang mendukung pembenahan dan pengembangan Kota Lama dari berbagai aspek.

“Kami ingin mendapatkan masukan-masukan yang merupakan tantangan. Saya ingin ada pandangan sudut pandang lain di luar BPK2L. Kami butuh ada masukan-masukan, ada saran-saran yang harusnya lebih galak, greget gitu,” ujar Mbak Ita, sapaan akrab wali kota Semarang dalam kegiatan FGD Kolaborasi dalam Penataan Situs Kota Lama di Ruang Sitroom Balaikota, Minggu (9/7).

Menurut wali kota perempuan pertama di ibu kota Jawa Tengah tersebut, Kota Lama masih menghadapi beberapa persoalaan dalam pengelolaannya. 

Mulai dari kondisi lingkungan Kota Lama yang rawan terkena rob, kurangnya RTH, belum optimalnya pemanfaatan bangunan yang ada, hingga belum adanya kejelasan mengenai tupoksi pengelola Kota Lama dan kurangnya koordinasi antar stakeholder.

“Tantangan yang dihadapi kota lama Semarang sebenarnya sama atau mirip dengan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh kota-kota tua yang ada di Eropa seperti di Polandia, Italia, Kroasia dan Slovenia yaitu keterbatasan dana perawatan maupun perencanaan,” lanjut Mbak Ita.

“Collaborative governance ini ada banyak bahan pendukungnya. Salah satunya kerja sama membangun komunitas dan kelembagaan. Kalau kita melihat di Kota Lama Semarang ini ada namanya BPK2L tetapi sepertinya belum optimal mengkolaborasi antara pemerintah dengan komunitas-komunitas yang ada,” imbuh Mbak Ita.

Dirinya pun berharap, ke depannya kolaborasi dalam pengelolaan Kota Lama dapat ditingkatkan sehingga menjadi cagar budaya yang terawat sekaligus destinasi wisata yang indah, aman, serta nyaman bagi pengunjung maupun bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Karena itu pihaknya tengah menggali faktor-faktor yang berhubungan langsung dengan kolaborasi dalam pengelolaan Kota Lama.

“Hasil konstruksi atau analisa faktor-faktor yang kami lakukan menunjukkan bahwa dalam dimensi proses (pengelolaan) perlu mengoptimalkan kerja sama, konsistensi, negosiasi, kompromi, koordinasi, pengawasan kebijakan. Dan dalam dimensi kelembagaan perlu melibatkan pemerintah, pihak swasta dan juga akademisi maupun media di dalam pengelolaan Kota Lama,” kata Mbak Ita.*

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wasit Bikin Ulah di Laga Persita vs PSIS, Pelanggaran di Luar Kotak Dianggap Penalti

Wasit Bikin Ulah di Laga Persita vs PSIS, Pelanggaran di Luar Kotak Dianggap Penalti

Bola | Senin, 10 Juli 2023 | 13:31 WIB

Ungkap Fakta Internal, Eks Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic Sebut Uang dan Tak Sevisi

Ungkap Fakta Internal, Eks Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic Sebut Uang dan Tak Sevisi

| Senin, 10 Juli 2023 | 11:12 WIB

Erick Thohir Turun Tangan, Laporan Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi Langsung Diinvestigasi

Erick Thohir Turun Tangan, Laporan Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi Langsung Diinvestigasi

| Senin, 10 Juli 2023 | 09:33 WIB

Terkini

Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina

Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:08 WIB

Tayang 22 Mei di Netflix, Ladies First Hadirkan Kisah Parallel World Unik!

Tayang 22 Mei di Netflix, Ladies First Hadirkan Kisah Parallel World Unik!

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:07 WIB

Andi Sudirman: Komcad ASN Sulsel Harus Jadi Teladan

Andi Sudirman: Komcad ASN Sulsel Harus Jadi Teladan

Sulsel | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:06 WIB

Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili

Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:05 WIB

Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak

Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:05 WIB

Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:02 WIB

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:01 WIB

MPR Pastikan Lomba Ulang LCC Kalbar Gunakan Juri Independen dari Akademisi

MPR Pastikan Lomba Ulang LCC Kalbar Gunakan Juri Independen dari Akademisi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem, Mahfud Ungkap Bahaya Intervensi Politik di Hukum RI

Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem, Mahfud Ungkap Bahaya Intervensi Politik di Hukum RI

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:57 WIB

Polemik LCC Kalbar Viral Kini Disorot Dewan Pendidikan, Singgung Marwah dan Keadilan

Polemik LCC Kalbar Viral Kini Disorot Dewan Pendidikan, Singgung Marwah dan Keadilan

Kalbar | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:56 WIB