Merawat yang Tersisih, Kertas dari Serat Kotoran Gajah-Panda di Taman Safari Indonesia dan Kontribusi UMKM Binaan YDBA

Semarang | Suara.com

Jum'at, 14 Juli 2023 | 14:12 WIB
Merawat yang Tersisih, Kertas dari Serat Kotoran Gajah-Panda di Taman Safari Indonesia dan Kontribusi UMKM Binaan YDBA
Tim Taman Safari Indonesia menyampaikan informasi pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah, berupa kertas daur ulang dari kotoran Gajah dan Panda pada stakeholders dan YDBA (Suara Semarang/DOK)

SUARA SEMARANG - Gajah-gajah di Taman Safari Indonesia Bogor itu telah berperan menyadarkan manusia supaya bersama mau menjaga keseimbangan alam dalam berkehidupan.

Bagaimana tidak, Gajah-Gajah itu bisa memberi gambaran manusia untuk mengelola kotoran/sampah yang kerap tersisih, sehingga  menjadi benda bernilai jual seperti kertas daur ulang.

Ya, dari kotoran Gajah di Taman Safari Indonesia kemudian diolah menjadi benda-benda yang sangat berguna yakni kertas, jangan bayangkan baunya.

Satu dekade sudah, sejak 2012 kotoran makhluk purba itu berkontribusi mengurangi penggunaan kertas dari pohon oleh manusia.  

Jumlah kotoran Gajah yang dihasilkan cukup banyak di Taman Safari Indonesia dan mampu diolah kembali menjadi bahan kertas dan menghasilkan produk bernilai jual yakni buku, amplop, kartu ucapan, notes, dan lain-lain.  

Menggunakan nama Safari Poo Paper, kertas daur ulang berbahan kotoran Gajah  terus diproduksi hingga kini bahkan juga diikuti dengan kotoran Panda.

Mulanya ide pengolahan kotoran Gajah menjadi kertas muncul secara tidak sengaja oleh salah satu pegawai saat itu.

Melansir laman Taman Safari, Kepala Bagian Pertamanan dan Kebersihan Taman Safari Bogor Mukdor Khasani, menjelaskan bila proses pencernaan gajah tidak sempurna, sehingga kotorannya bisa digunakan untuk kertas daur ulang.

"Lihat bagaimana cara gajah makan. Mereka mengunyah rumput sebentar lalu masuk ke lambung. Di lambung pun tak butuh waktu lama, langsung keluar menjadi kotoran yang berserat-serat. Oleh karena itulah, proses pencernaan gajah disebut tidak sempurna. Pada dasarnya semua kotoran satwa herbivora bisa diubah menjadi kertas daur ulang,” kata Mukdor.

Potensi produksi kertas dari kotoran gajah cukup besar, 1 ekor gajah bisa menghasilkan kotoran sebanyak 20 kg. Apalagi kualitas kotoran Gajah juga bagus untuk menjadi kertas.

Setidaknya Taman Safari Bogor punya 51 ekor (pada 2019), dijumlahkan setiap hari ada sekitar 1.000 kg kotoran sapi.

Pada prosesnya, kotoran gajah itu dikumpulkan setiap harinya dan dibawa ke lokasi pengolahan Safari Poo Paper.

Kotoran Gajah harus dicuci dan direbus terlebih dahulu agar bisa menjadi bahan pembuat kertas daur ulang.

Pada kotoran Gajah lalu muncul serat-serat tanaman hasil pencernaan gajah yang tidak terproses sempurna pada lambung Gajah

Serat-serat dari kotoran Gajah itu yang diambil lalu dijemur hingga kering, bila sudah kemudian dicampur dengan kertas-kertas bekas yang tak terpakai dengan komposisi 60% kertas bekas dan 40% serat kotoran gajah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Temu Bisnis IKM Solo Raya, YDBA Astra-Kemenperin Suntik Semangat agar Naik Kelas dengan Fasilitasi Pemasaran

Temu Bisnis IKM Solo Raya, YDBA Astra-Kemenperin Suntik Semangat agar Naik Kelas dengan Fasilitasi Pemasaran

| Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:59 WIB

Peran YDBA Astra-Pamapersada Nusantara Gaet Dewoz Art, UMKM Kayu Besi yang Suplai Alat Sekolah

Peran YDBA Astra-Pamapersada Nusantara Gaet Dewoz Art, UMKM Kayu Besi yang Suplai Alat Sekolah

| Rabu, 16 November 2022 | 15:18 WIB

Sinopsis Ad Astra (2019) Film Petualangan Fiksi Ilmiah yang Terima Ulasan Positif Kritikus

Sinopsis Ad Astra (2019) Film Petualangan Fiksi Ilmiah yang Terima Ulasan Positif Kritikus

| Jum'at, 21 Oktober 2022 | 14:26 WIB

Terkini

Penantian Panjang, Kapan Terakhir Kali AC Milan Datang ke Indonesia?

Penantian Panjang, Kapan Terakhir Kali AC Milan Datang ke Indonesia?

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 18:50 WIB

Persija Belum Kibarkan Bendera Putih! Rayhan Hannan: Fokus Sapu Bersih, Gelar Masih Mungkin

Persija Belum Kibarkan Bendera Putih! Rayhan Hannan: Fokus Sapu Bersih, Gelar Masih Mungkin

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

Nekat Beraksi di Parkiran Klinik, Pelarian Spesialis Curanmor di Sungkai Utara Berakhir

Nekat Beraksi di Parkiran Klinik, Pelarian Spesialis Curanmor di Sungkai Utara Berakhir

Lampung | Kamis, 30 April 2026 | 18:48 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB

Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa

Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa

Your Say | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB

5 Zodiak yang Sering Disebut 'Red Flag Berjalan', dari yang Manipulatif hingga Egois

5 Zodiak yang Sering Disebut 'Red Flag Berjalan', dari yang Manipulatif hingga Egois

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 18:44 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB