Mengapa Semarang Disebut Kota Lunpia, Terungkap Sejarahnya Dari China

Semarang

Jum'at, 20 Oktober 2023 | 22:18 WIB
Mengapa Semarang Disebut Kota Lunpia, Terungkap Sejarahnya Dari China
Mengapa Semarang Disebut Kota Lunpia, Terungkap Sejarahnya Dari China. (Dok Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Sebutan Kota Semarang dengan nama Kota Lunpia sudah mendarah daging di masyarakat umum. Ternyata ada sejarah panjangnya yang justru bersumber dari negeri China.

Lunpia dan Semarang sudah erat berkaitan sejak jaman dahulu. Jika jajanan kuliner ini merupakan original asli daerah Ibukota Jawa Tengah ini.

Membawa oleh-oleh Lunpia wajib hukumnya saat bertandang ke Kota Semarang. Meski kudapan ini banyak tiruannya di sejumlah daerah namun rasa khasnya tak bisa diduakan.

Ada sejarah tercipta Lunpia yang masyhur menjadi jajanan khas Kota Semarang hingga melekat dalam penyebutan sebagai julukannnya.

Lunpia merupakan jajanan fusion atau turunan yang dibawa oleh orang asli China yang bercampur dengan kuliner sejenis yang juga asli Kota Semarang.

Rupanya mengapa sebab lunpia menjadi kuliner khas Semarang, berikut sejarah dari jaman ke jaman pewaris asli adonan tepung yang digulung isian rebung daging ini melegenda hingga sekarang.

Nenek Moyang China dan Jawa

Perkembangan sejarah lunpia di Semarang tak bisa lepas dari peranan pasangan suami istri Tionghoa - Jawa, Tjoa Thay Yoe dan Mbok Wasi yang pada awalnya sebagai penjual lunpia keliling di pelosok gang-gang Kota Semarang. Mereka berdua merupakan penjual lunpia dengan ciri khasnya masing-masing.

Pewaris lunpia Semarang generasi kelima Meilani Sugiarto atau kerap disapa Cik Meme menceritakan, awalnya sang moyang Tjoa Thay Yoe yang asli Cina dari Provinsi Fu Kien datang ke Semarang sekitar tahun 1800. 

baca juga

Dia memulai membuka usaha dagang makanan khas China, sejenis martabak berisi rebung dan dicampur daging babi yang digulung dengan rasa asin. Jualannya laris manis digemari masyrakat keturunan Tionghoa dan Semarang.

Di saat bersamaan, Mbok Wasi pedagang asli Semarang menjual mirip martabak milik Tjoa Thay Yoe, bedanya martabak Mbok Wasih diisi dengan campuran daging ayam cincang, udang dan telur dengan rasa manis.

“Keduanya berdagang keliling dari gang ke gang di Kota Semarang tahun 1850 an, walau bersaing dalam berdagang tapi secara sehat,” kata Cik Meme.

Isian Daging Babi Jadi Ayam

Hingga akhirnya, tahun 1870 kedua pedagang itu menikah, mereka lalu menciptakan jajanan khas Semarang menggabungkan akulturasi budaya antara Tionghoa dan Jawa pada racikan lunpianya. Menghilangkan isian daging babi dengan daging ayam dan telur.

“Ada perpaduan yang awalnya hanya berisi potongan rebung kemudian ditambahkan juga telur ayam serta bumbu rempah lainnya agar rasanya semakin nikmat. Hingga terciptalah lunpia dengan rasa istimewa khas Semarang yang memadukan rasa gurih, asin, dan manis,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

GIIAS 2023 Semarang Hadirkan Promo Happy Hours, Bisa Masuk Gratis Tanpa Bayar

GIIAS 2023 Semarang Hadirkan Promo Happy Hours, Bisa Masuk Gratis Tanpa Bayar

Otomotif | Jum'at, 20 Oktober 2023 | 20:50 WIB

PSIS Semarang Bungkam Persikabo di Wibawa Mukti, Gilbert Agius: Saya Bahagia

PSIS Semarang Bungkam Persikabo di Wibawa Mukti, Gilbert Agius: Saya Bahagia

Bola | Jum'at, 20 Oktober 2023 | 20:00 WIB

Terbenam di Zona Merah, Rekor Memalukan Aji Santoso Bareng Persikabo Terus Berlanjut

Terbenam di Zona Merah, Rekor Memalukan Aji Santoso Bareng Persikabo Terus Berlanjut

Bola | Jum'at, 20 Oktober 2023 | 19:14 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×