Sang Ibu Ungkap Kronologi Kematian Santri Gontor Setelah Bertemu Hotman Paris

Serang

Rabu, 07 September 2022 | 22:31 WIB
Sang Ibu Ungkap Kronologi Kematian Santri Gontor Setelah Bertemu Hotman Paris
Kepergian Santri Gontor. (Kolase @soimah_didi)

SuaraSerang.id - Salah satu santri Pondok Pesantren Darussalam Gontor I, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dilaporkan tewas setelah mengalami tindak kekerasan.

Awalnya, kasus ini terbongkar setelah seorang ibu bernama Soimah yang merupakan orangtua santri mengadu ke pengacara terkenal Hotman Paris saat berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan. Berikut kronologi lengkap meninggalnya santri di Pondok Gontor. 

Seorang santri berinisial AM, yang sedang menempuh pendidikan di Kelas 5i atau sederajat di SMA di Pondok Modern Darussalam Gontor 1, Ponorogo, Jawa Timur, dikabarkan meninggal oleh pihak pesantren pada Senin (22/8/2022). Sang ibu pun langsung kaget dengan kabar tersebut dan menunggu jenazah anaknya sampai di Palembang.

AM dipulangkan ke kampung halamannya dalam keadaan tak bernyawa. Si pengantar jenazah itu bernama Ustadz Agus yang tak dikenal oleh Soimah.

Ustadz Agus mengatakan, AM meninggal karena kelelahan saat mengikuti kegiatan perkemahan dari Kamis hingga Jumat. Seperti diketahui, AM adalah ketua kamp pada hari Kamis-Jumat. 

Beberapa waktu kemudian, Soimah mendapat kabar dari wali santri lain bahwa korban meninggal bukan karena kelelahan.

Keluarga juga meminta untuk membuka peti jenazah putra mereka. Soimah langsung curiga bahwa anaknya tewas akibat kekerasan. Ia menyayangkan sikap Pondok Pesantren Gontor yang memberikan keterangan berbeda dengan kenyataan yang disampaikan. 

Soimah pun menghubungi petugas forensik dan pihak rumah sakit setuju untuk melakukan otopsi. Setelah diminta mengaku, Pihak Gontor 1 pun akhirnya mengakui bahwa AM adalah korban kekerasan.


Soimah mengungkapkan penyesalannya karena telah menitipkan AM ke pesantren terkenal nomor satu itu. 

baca juga

Akhirnya Soimah memutuskan untuk tidak jadi melakukan otopsi. Soimah saat itu belum melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum namun sudah menulis surat terbuka yang intinya ingin bertemu dengan Kiai Gontor 1. Ia ingin pelaku dan keluarganya menceritakan kronologi penyebab kematian AM. Namun, pihak Gontor 1 belum merespons.

Akhirnya Soimah menceritakan kisahnya kepada Hotman Paris yang sedang berkunjung ke Palembang. Polisi Ponorogo juga menyelidiki dugaan kematian AM akibat penganiayaan itu. Saat bertemu dengan Polres Ponorogo, pihak Gontor 1 mengaku kooperatif dan transparan. 

Kapolsek Ponorogo, AKBP Catur Wahyu Wibowo mengatakan ada tiga korban penganiayaan. Salah satu yang meninggal adalah AM dan dua lainnya di rumah sakit. Para pelaku kemungkinan adalah sesama santri. 

Dalam kasus ini ditemukan sembilan saksi, yakni dua santri, tiga pengurus pondok pesantren, dan empat dokter. Jumlah saksi mungkin akan terus bertambah seiring berjalannya pemeriksaan. 

Juru bicara Pondok Modern Darussalam Gontor, Noor Syahid, meminta maaf dan menyampaikan belasungkawa. Ia juga meminta maaf karena proses penyerahan jenazah tidak jelas dan terbuka.

(suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fakta-fakta Pilunya Kepergian Santri Ponpes Gontor: Hotman Paris Turun Tangan

Fakta-fakta Pilunya Kepergian Santri Ponpes Gontor: Hotman Paris Turun Tangan

Video | Rabu, 07 September 2022 | 16:00 WIB

PBNU Prihatin Kekerasan Terjadi Pada Santri di Pesantren Gontor

PBNU Prihatin Kekerasan Terjadi Pada Santri di Pesantren Gontor

Tantrum | Rabu, 07 September 2022 | 18:27 WIB

Tim Khusus Polisi Juga ke Palembang untuk Autopsi Jasad Santri Ponpes Gontor Albar Mahdi

Tim Khusus Polisi Juga ke Palembang untuk Autopsi Jasad Santri Ponpes Gontor Albar Mahdi

Malang | Rabu, 07 September 2022 | 18:21 WIB

Serahkan Kasus Kematian Santri di Gontor Sesuia Prosedur, Mahfud MD: Jadi Biar Saja, Ada Proses Hukumnya

Serahkan Kasus Kematian Santri di Gontor Sesuia Prosedur, Mahfud MD: Jadi Biar Saja, Ada Proses Hukumnya

Kalbar | Rabu, 07 September 2022 | 17:14 WIB

Panas Hotman Paris Vs Razman Arif Nasution di Bareskrim: Tidak Akan Saya Maafkan!

Panas Hotman Paris Vs Razman Arif Nasution di Bareskrim: Tidak Akan Saya Maafkan!

Fresh | Rabu, 07 September 2022 | 17:13 WIB

Motif Kasus Pengeroyokan Tewasnya Santri Di Tangerang Diungkap Polisi

Motif Kasus Pengeroyokan Tewasnya Santri Di Tangerang Diungkap Polisi

Serang | Senin, 29 Agustus 2022 | 20:39 WIB

Terkini

Sejarah Inggris vs Argentina, Ini Prediksi Pemenang Semifinal Piala Dunia 2026

Sejarah Inggris vs Argentina, Ini Prediksi Pemenang Semifinal Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:25 WIB

Google Gemini Tumbuh 2 Kali Lipat di Asia Tenggara, Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI Setiap Hari

Google Gemini Tumbuh 2 Kali Lipat di Asia Tenggara, Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI Setiap Hari

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:22 WIB

Apakah HP Harus Dicas sampai 100 Persen? Ini Cara Tepat agar Baterai Tetap Sehat

Apakah HP Harus Dicas sampai 100 Persen? Ini Cara Tepat agar Baterai Tetap Sehat

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:19 WIB

Hey Jude, Jude Bellingham, dan Mimpi Football's Coming Home

Hey Jude, Jude Bellingham, dan Mimpi Football's Coming Home

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:15 WIB

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Kenapa Program Pembangunan Berkelanjutan Sangat Berdampak Bagi Infrastruktur Sulsel?

Kenapa Program Pembangunan Berkelanjutan Sangat Berdampak Bagi Infrastruktur Sulsel?

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:09 WIB

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Inggris vs Argentina: Saatnya Three Lions Jegal Juara Bertahan

Inggris vs Argentina: Saatnya Three Lions Jegal Juara Bertahan

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

×