Lembaga survei Charta Politika Indonesia kembali telah merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas sosok figur bakal calon presiden (capres) jelang Pilpres 2024 mendatang.
Terkait Wacana yang sedang ramai dalam perbincangan publik yakni isu Prabowo Subianto akan berduet dengan Joko Widodo atau Jokowi pada Pilpres 2024. Namun, hasil dalam survei tersebut, mayoritas responden atau publik tidak setuju terkait hal itu.
"Ternyata mayoritas, 57 persen dari responden menyatakan menolak (wacana duet Prabowo-Jokowi)," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, dalam paparannya yang diterima Suara.com, Kamis (22/9/2022).
Yunarto Wijaya menyampaikan, survei kali ini hanya dilakukan simulasi tertutup untuk 10 nama figur atau tokoh.
Dalam hasilnya survei tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak terkalahkan mendominasi tingkat elektoralnya melebihi angka 30 persen.
"Mas Ganjar telah melampaui angka 30 persen, yakni di angka 31,3 persen," kata Yunarto dalam paparannya pada Kamis (22/9/2022).
Sementara itu, menempati posisi kedua, ada nama Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan perolehan angka 24,4 persen, kemudian pada posisi ketiga ada nama Anies Baswedan dengan angka 20,6 persen.
Diketahui sebelunya, survei tersebut dilakukan pada periode jangka waktu 6-13 September 2022 dengan cara tatap muka. Para responden adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki hak pilih dalam Pemilu, yakni WNI minimal telah berusia 17 tahun.
Responden dipilih dengan metode Multistage Random Sampling dengan jumlah sebanyak 1.220 responden.
Baca Juga: Berita Pilihan: Pinkan Mambo Berdoa Pernikahannya Cuma Zina, Nenek Raffi Ahmad Terbaring Lemah
Adapun, Margin of error survei ini sebesar 2,82 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.