Lembaga survei Charta Politika Indonesia kembali telah merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas sosok figur bakal calon presiden (capres) jelang Pilpres 2024 mendatang.
Dalam hasilnya survei tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih tetap mendominasi dengan tingkat elektoral melebihi angka 30 persen.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, menyampaikan, survei kali ini hanya dilakukan simulasi tertutup untuk 10 nama figur atau tokoh.
"Mas Ganjar telah melampaui angka 30 persen, yakni di angka 31,3 persen," kata Yunarto dalam paparannya pada Kamis (22/9/2022).
Sementara itu, menempati posisi kedua, ada nama Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan perolehan angka 24,4 persen, kemudian pada posisi ketiga ada nama Anies Baswedan dengan angka 20,6 persen.
"Anies naik 1 persen, menjadi 20,6 persen," ungkap Yunarto.
Kemudian pada posisi keempat ada nama Gubernur jawa Barat, Ridwan Kamil dengan perolehan angka 7,9 persen, lalu di susul nama Sandiaga Uno dengan angka 2,5 persen, selanjutnya nama Puan Maharani mendapat angka 2,4 persen.
"AHY 2,2 persen, Airlangga Hartarto 1,7 persen, Erick Thohir 1,6 dan Khofifah 1,1 persen," terangnya.
Selain itu, terkait wacana yang sedang ramai dalam perbincangan publik yakni isu Prabowo Subianto akan berduet dengan Joko Widodo atau Jokowi pada Pilpres 2024. Alhasil, dalam survei tersebut, mayoritas responden atau publik tidak setuju terkait hal itu.
Baca Juga: Stadion Pakansari Disebut Lapangan Level Kampung oleh Media Luar Negeri, Plt Bupati Bogor Meradang
"Ternyata mayoritas, 57 persen dari responden menyatakan menolak (wacana duet Prabowo-Jokowi)," kata Yunarto dalam paparannya yang diterima Suara.com, Kamis (22/9/2022).
Diketahui sebelunya, survei tersebut dilakukan pada periode jangka waktu 6-13 September 2022 dengan cara tatap muka. Para responden adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki hak pilih dalam Pemilu, yakni WNI minimal telah berusia 17 tahun.
Responden dipilih dengan metode Multistage Random Sampling dengan jumlah sebanyak 1.220 responden.
Adapun, Margin of error survei ini sebesar 2,82 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
(suara.com)