Mencium Magis Hutan Keramat Kampung Cireundeu, Puasa Mutih dan Lepas Sendal Jika Ingin Masuk

soreang | Suara.com

Selasa, 11 Oktober 2022 | 16:06 WIB
Mencium Magis Hutan Keramat Kampung Cireundeu, Puasa Mutih dan Lepas Sendal Jika Ingin Masuk
Salah satu kawasan di Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi, Jawa Barat (SuaraSoreang.id/Tri Junari)

SuaraSoreang.id - Gemerisik dedaunan dan kesejukan alam menyambut saat kaki menginjak kawasan Kampung Adat Cireundeu, Kampung ini secara administratif terletak di RW 10, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat.

Berada di lembah dikelilingi tiga gunung yakni Gunung Kunci, Cimenteng, dan Gunung Gajahlangu, kampung ini memiliki bentang alam yang mempesona. Kontras dengan hiruk pikuk perkotaan dan industri Kota Cimahi dibalik gunung itu.

Warga Kampung Adat Cireundeu masih memegang teguh amanah leluhur dalam menjalankan kehidupannya, salah satunya menjadikan singkong sebagai makanan pokok. Ekosistem lingkungan terjaga dengan menjaga tiga hutan yang dianggap keramat, Hutan Larangan, Tutupan, Baladahan, dan Puncak Salam. 

Konon, tempat ini tak bisa dimasuki secara sembarangan. konon, warga yang hendak naik wajib melakukan puasa mutih. 

Namun, seiring berjalannya waktu, tempat tempat-tempat mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat umum. Pengunjung pun diperbolehkan masuk ke hutan larangan, dengan syarat melepas alas kaki baik sandal maupun sepatu dan sejumlah larangan berkaitan dengan etika.

Sebelum menjajaki Puncak Salam, Suara.com terlebih dahulu mampir ke rumah sesepuh Kampung Adat Cireundeu bernama Abah Widi. Penting rasanya untuk sekedar meminta izin dan bertanya terkait etika saat memasuki kawasan yang dianggap keramat.

"Hutan larangan dan tutupan konsepnya seserahan. Bukan kita tidak boleh masuk ke situ, tapi jangan sampai merusak alam," ujar Abah Widi belum lama ini.

Aturan untuk memasuki kawasan yang dianggap keramat itu hingga kini masih diterapkan. Yakni tidak menggunakan alas kaki hingga tak mengenakan pakaian berwarna merah. Hal itu dilakukan, karena masyarakat adat Cireundeu percaya bahwa manusia dan alam merupakan suatu kesatuan.

Tidak mengenakan alas kaki dilakukan agar manusia merasakan sentuhan alam secara langsung. Melepas alas kaki menggambarkan kepercayaan bahwa 'Gusti anu ngasih' (Tuhan yang mengasihi), 'alam anu ngasah' (alam yang mendidik) dan 'manusa nu ngasuh' (manusia yang menjaga).

Sementara warna merah merupakan perbentukan emosi yang harus ditahan oleh diri masing-masing.

"Itu memang ada yang harus dipikirkan aturan Adat. Memang seperti itu kalau dibebaskan alam akan rusak, karena semua berani," tegas Abah Widi.

Untuk mencapai Puncak Salam, pengunjung akan melewati hutan adat terlebih dahulu. Dimulai dari hutan atau 'Leuweung Baladahan', 'Leuweung Tutupan' dan 'Leuweung Larangan'.

'Leweung Baladahan', merupakan lahan untuk bercocok tanam, khususnya singkong yang menjadi panganan utama bagi masyarakat adat Cireundeu. Masyarakat adat mengolah singkong tersebut menjadi rasi.

Kemudian, 'Leuweung Tutupan', tempat ini harus dijaga kelestariannya. Pohonnya boleh ditebang, tapi harus ditanami kembali. Saat melewati hutan ini hampir sebagian besar tanaman merupakan jenis bambu.

Perbedaan kontras antara Leuweung Tutupan dengan Hutan Larangan adalah kehadiran pohon pinus. Di sana terdapat bale yang bisa digunakan traveler untuk menghela napas sejenak. Pasalnya, trek menuju Puncak Salam cukup terjal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Misteri Titik 0 Kilometer di Kota Cimahi Usai Fakta Ini Dibongkar Pegiat Sejarah

Misteri Titik 0 Kilometer di Kota Cimahi Usai Fakta Ini Dibongkar Pegiat Sejarah

Jabar | Senin, 10 Oktober 2022 | 14:49 WIB

Mengenal Sosok Amir Machmud, Jenderal Asal Cimahi di Balik Terbitnya Supersemar

Mengenal Sosok Amir Machmud, Jenderal Asal Cimahi di Balik Terbitnya Supersemar

Jabar | Kamis, 06 Oktober 2022 | 10:39 WIB

BBM Naik Bikin Pengendara Pusing, Harga Telur di Cimahi Malah Turun

BBM Naik Bikin Pengendara Pusing, Harga Telur di Cimahi Malah Turun

Jabar | Selasa, 06 September 2022 | 13:29 WIB

Terkini

Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo

Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:08 WIB

Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Rekor 2-2-3 Jadi Alarm, Garuda Muda Wajib Waspada

Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Rekor 2-2-3 Jadi Alarm, Garuda Muda Wajib Waspada

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 17:08 WIB

Resonansi Sunyi di Jombang: Sebuah Dialektika Tentang Hidup dan Rasa Cukup

Resonansi Sunyi di Jombang: Sebuah Dialektika Tentang Hidup dan Rasa Cukup

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 17:08 WIB

Promo Spesial BRI di Vilo Gelato, Ada Cashback 35 Persen Setiap Hari

Promo Spesial BRI di Vilo Gelato, Ada Cashback 35 Persen Setiap Hari

Bri | Kamis, 16 April 2026 | 17:03 WIB

5 Fakta CFD Ampera Palembang, Ramai Diserbu Warga tapi Picu Macet, Ini yang Terjadi

5 Fakta CFD Ampera Palembang, Ramai Diserbu Warga tapi Picu Macet, Ini yang Terjadi

Sumsel | Kamis, 16 April 2026 | 17:02 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar

Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:01 WIB

Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar

Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Event Offroad Legendaris Camel Trophy Hadir Kembali di Kalimantan Tribute

Event Offroad Legendaris Camel Trophy Hadir Kembali di Kalimantan Tribute

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB