Deretan Pebalap MotoGP Paling "Wow" dan Paling "Loyo" di 2017

Rizki Nurmansyah

Minggu, 31 Desember 2017 | 17:43 WIB
Deretan Pebalap MotoGP Paling "Wow" dan Paling "Loyo" di 2017
Andrea Dovizioso (Ducati), Marc Marquez (Repsol Honda), dan Maverick Vinales (Movistar Yamaha). [AFP/Toshifumi Kitamura]

Suara.com - Drama demi drama mengiringi perjalanan kompetisi MotoGP 2017. Sangat sulit memprediksi siapa yang bakal menjadi juara dunia di ajang ‘kuda besi’ paling termahsyur di kolong langit ini.

Semula, publik menjagokan Maverick Vinales. Namun, lambat laun performa pebalap berusia 22 tahun ini melempem, lantaran persoalan teknis pada motornya.

Persaingan memperebutkan mahkota juara dunia pun mengerucut ke dua nama, yakni Marc Marquez dan Andrea Dovizioso. Keduanya bersaing ketat hingga seri terakhir di Valencia, sebelum akhirnya Marquez keluar sebagai juara dunia.

Meski kalah bersaing dengan Marquez, namun performa Dovizioso bisa dibilang paling mengejutkan.

Berikut rangkuman performa pebalap MotoGP yang paling mengejutkan dan mengecewakan di 2017:

1. Andrea Dovizioso

Tak ada yang menyangka jika pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, mampu bersaing dalam perebutan juara dunia MotoGP 2017.

Terlebih bila melihat rekam jejak motor Ducati yang kalah bersaing dengan dua pabrikan Jepang, Yamaha dan Honda, dalam 10 musim terakhir.

Terakhir kali Ducati berjaya di kancah MotoGP, yakni musim 2007. Kala itu, mereka keluar sebagai juara pabrikan, dan pebalapnya, Casey Stoner, jadi juara dunia.

Di tahun ini, Dovizioso jadi salah satu penantang terkuat bagi juara bertahan Marc Marquez (Repsol Honda) untuk merebut titel juara dunia. Tercatat, pebalap Italia itu memenangi enam balapan.

Namun, Dovizioso akhirnya harus merelakan gelar juara dunia tetap berada digenggaman Marquez dengan terpaut 27 poin.

2. Maverick Vinales

Maverick Vinales langsung tampil menggebrak di musim perdananya bersama Movistar Yamaha. Dia memenangi tiga dari lima seri awal; GP Qatar (26 Maret), Argentina (9 April), dan Prancis (21 Mei).

Pebalap muda Spanyol ini direkrut untuk menggantikan Jorge Lorenzo yang pindah ke Ducati. Di awal-awal musim dia pun menjadi salah satu favorit juara dunia MotoGP.

Sayang, performanya tidak didukung dengan paket yang kompetitif dari motor YZR-M1 2017 yang jadi andalan Yamaha di 2017.

Permasalahan degradasi ban yang tak kunjung ditemukan solusinya jadi penyebab menurunnya prestasi Vinales, terutama di paruh kedua musim.

Hasilnya, dia pun hanya menempati peringkat ketiga klasemen akhir di bawah Marquez dan Dovizioso.

Namun, masih lebih baik dari rekan setimnya, Valentino Rossi, yang hanya menempati peringkat kelima.

3. Johann Zarco

Gaya Johann Zarco yang agresif dalam mengendarai motor, membuat sejumlah pebalap papan atas MotoGP mengkritiknya. Namun, ibarat pepatah "Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu", dia tidak memedulikan ‘nyinyiran’ tersebut.

Zarco tetap pada gayanya dan memperlihatkan jati diri sebagai pebalap bermental juara.

Meski hanya tergabung di tim satelit Yamaha—Monster Yamaha Tech 3—namun Zarco mampu mencatatkan diri dengan torehan tiga kali podium; GP Prancis (podium 2), Malaysia (podium 3), dan Valencia (podium 2).

Tidak hanya itu, Zarco pun tercatat sebagai satu-satunya pebalap di luar Spanyol yang meraih pole position sepanjang pagelaran MotoGP 2017.

Pebalap asal Prancis ini dua kali mencatatkan pole, yakni di GP Belanda dan Jepang.

Selebihnya, pole position didominasi para pebalap asal Spanyol, antara lain Marquez (8 kali), Vinales (5 kali), dan Dani Pedrosa (3 kali).

Atas prestasinya yang mengejutkan itu, di akhir musim Zarco pun dinobatkan sebagai Rookie of The Year 2017.

4. Valentino Rossi

Bisa dibilang tahun 2017 jadi prestasi terburuk bagi Valentino Rossi sekembalinya dia ke Yamaha. Di tahun 2017 dia hanya menempati urutan kelima klasemen akhir.

Posisi ini satu tingkat lebih buruk dibanding saat pertama kali Rossi kembali ke Yamaha di tahun 2013, setelah dua musim memperkuat Ducati—tahun 2011 dan 2012—dengan menempati urutan keempat.

Pada tiga musim berturut-turut dari 2014 hingga 2016, Rossi selalu mencatatkan diri sebagai runner-up klasemen akhir.

Permasalahan motor dan cederalah yang membuat penampilan The Doctor—julukan Rossi—mengecewakan pada kompetisi MotoGP 2017.

Cedera patah kaki yang menimpanya pada akhir Agustus lalu, saat latihan motocross, membuatnya harus melewatkan satu seri di GP San Marino.

Setelah itu, dia memang bisa kembali ke lintasan balap. Namun, kondisinya tidaklah 100 persen bugar.

Total, Rossi meraih 208 poin dari 17 seri yang diikutinya, dengan rincian satu kali juara dan lima kali naik podium.

5. Jorge Lorenzo

Di antara para pebalap top MotoGP, musim 2017 menjadi yang paling kelabu bagi Jorge Lorenzo. Keputusannya hijrah ke Ducati tidak serta-merta langsung memberikan hasil maksimal.

Juara dunia tiga kali kelas MotoGP ini kesulitan beradaptasi dengan karakter motor Ducati yang berbeda 180 derajat dengan motor Yamaha yang sembilan musim ditungganginya (2008-2016).

Akibatnya, Lorenzo mengalami lonjakan penurunan prestasi yang drastis sepanjang kariernya di kelas MotoGP yang dimulai pada tahun 2008.

Bahkan, dia kalah bersaing dengan pebalap rookie Yamaha, Johann Zarco, di klasemen akhir. Lorenzo menempati peringkat ketujuh, tepat di bawah Zarco.

Prestasi terbaiknya sepanjang 2017 adalah dua kali meraih podium ketiga—GP Spanyol dan Aragon—dan runner-up GP Malaysia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gubernur Sumsel Merasa Optimistis Bisa Menggelar MotoGP di 2019

Gubernur Sumsel Merasa Optimistis Bisa Menggelar MotoGP di 2019

Sport | Rabu, 27 Desember 2017 | 19:41 WIB

Zarco 'Dikepung' Pebalap Pabrikan, Simak Targetnya di MotoGP 2018

Zarco 'Dikepung' Pebalap Pabrikan, Simak Targetnya di MotoGP 2018

Sport | Rabu, 27 Desember 2017 | 16:03 WIB

Jangan Khawatir, Rossi Diyakini Masih Akan Balapan hingga 2019

Jangan Khawatir, Rossi Diyakini Masih Akan Balapan hingga 2019

Sport | Selasa, 26 Desember 2017 | 16:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa

Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:30 WIB

Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng

Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:23 WIB

Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks

Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:16 WIB

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Riau | Senin, 27 Juli 2026 | 22:04 WIB

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 22:00 WIB

Soal Kasus Eks Jampidsus, Akademisi dan Mahasiswa Kompak Ingatkan Jaga Rasa Keadilan Publik

Soal Kasus Eks Jampidsus, Akademisi dan Mahasiswa Kompak Ingatkan Jaga Rasa Keadilan Publik

News | Senin, 27 Juli 2026 | 21:55 WIB

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya

Sport | Senin, 27 Juli 2026 | 21:46 WIB

Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate

Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate

News | Senin, 27 Juli 2026 | 21:46 WIB

Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!

Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 21:44 WIB

×