Meski Non-Pelatnas, Kans Hendra / Ahsan ke Olimpiade Masih Terbuka

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Meski Non-Pelatnas, Kans Hendra / Ahsan ke Olimpiade Masih Terbuka
Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, takluk di laga perdana penyisihan Grup B BWF World Tour Finals 2018, Rabu (12/12/2018), melawan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang). [Humas PBSI]

"Jadi tidak (selalu atlet Pelatnas yang tampil di Olimpiade) nanti," kata Herry.

Suara.com - Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, akan mempersilakan pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mewakili Indonesia di Olimpiade 2020 jika prestasi keduanya lebih baik dari ganda putra pelatnas.

Menurut Herry, sistem kualifikasi Olimpiade berbeda dengan peraturan BWF.

Jika di BWF, PBSI bebas memilih siapa wakil yang akan mengikuti suatu turnamen. Di Olimpiade, peringkat pemain mutlak menjadi acuan.

"Ya tidak apa-apa (kalau Hendra/Ahsan) jadi satu wakil ganda putra di Olimpiade, bagus dong. Jadi kalau di Olimpiade itu yang menentukan poin, kalau dia punya ranking tinggi otomatis masuk," ujar Herry, beberapa waktu lalu.

Herry menyebut status pemain Pelatnas dan non-Pelatnas tak akan banyak berpengaruh dalam kualifikasi Olimpiade.

Hendra/Ahsan yang baru saja hengkang, disebutnya punya peluang sama untuk mewakili Merah Putih.

Sebagaimana diketahui, saat ini peringkat satu dunia BWF diduduki Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berada di posisi ketujuh, sedangkan Hendra/Ahsan diperingkat sembilan.

Artinya, selama pengumpulan poin Olimpiade yang akan berlangsung pada 29 April 2019 hingga 26 April 2020, peringkat tiga pasangan itu bisa saja berubah.

Kevin/Marcus akan tetap menjadi ganda putra Indonesia yang diyakini punya kans paling besar untuk mengamankan satu tempat di Olimpiade 2020.

Sementara, pertarungan memperebutkan satu slot bakal terjadi antara Fajar/Rian, Hendra/Ahsan, atau mungkin ditambah Berry Angriawan/Hardianto yang kini menduduki peringkat 18.

"Jadi tidak (selalu atlet Pelatnas yang tampil di Olimpiade) nanti. Itu ada rule-nya tersendiri. Tidak otomatis atlet PBSI," ujar Herry.

"Kalau turnamen beregu ya PBSI yang menentukan. Tapi kalau Olimpiade ini biasanya otomatis dilihat dari peringkat," tukasnya.

Indonesia sendiri pernah mengirimkan wakil non-Pelatnas ke Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Saat itu, Tommy Sugiarto yang berstatus pemain independen berhasil lolos dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putra.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS