Pemain Asingnya Dicoret IBL, Hangtuah: Kami Dibunuh Secara Perlahan

RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Pemain Asingnya Dicoret IBL, Hangtuah: Kami Dibunuh Secara Perlahan
Pemain impor Hangtuah Sumsel, Gary Jacobs Jr (kanan) membawa timnya menang atas Siliwangi Bogor di GOR Sahabat Semarang, Minggu (2/12/2018). [dok. IBL]

Hangtuah kehilangan Brysean Perine Bryquis, padahal IBL kantongi draft nama pemain asing.

Suara.com - Pelatih Hangtuah, Andika Supardi Saputra, menyebut otoritas Indonesia Basketball League (IBL) seperti ingin membunuh timnya secara perlahan, setelah mencoret pilar asing mereka, Brysean Perine Bryquis .

Sebagaimana diketahui, Hangtuah mendatangkan Brysean Perine Bryquis di seri ketujuh IBL 2018/2019 untuk menggantikan slot kosong yang ditinggalkan Gary Jacobs Jr., yang harus pulang ke Amerika Serikat untuk urusan keluarga.

Brysean Perine Bryquis sempat menjalani debut saat klub asal Sumatera Selatan itu menghadapi Stapac Jakarta pada hari pertama seri ketujuh yang dihelat di GOR Bima Sakti, Malang, Jumat (8/2/2019).

Namun, setelah itu nama Brysean Perine Bryquis terpaksa dicoret dan dipulangkan ke Amerika Serikat. Pasalnya, IBL menyebut tinggi badan pebasket 30 tahun itu melebihi batas pemain impor tipe small man yakni maksimal 188 cm.

Andika Supardi Saputra tak habis pikir dengan keputusan IBL. Sebab, pemain asing yang didatangkan Hangtuah dipilih berdasarkan draft pemain impor yang seluruh datanya dikeluarkan oleh IBL selaku operator liga.

"Padahal kasarnya 'kan liga (IBL) yang punya list (draft pemain asing). Liga yang tahu dari mana pemainnya. Nah (sekarang) liga angkat tangan, bilang bukan salah mereka, itu salah agen pemain," ujar Andika Supardi Saputra saat dihubungi wartawan, Minggu (10/2/2019) malam WIB.

"Dengan keadaan seperti ini, Brysean Perine Bryquis kemarin bisa main dan sekarang tidak, secara tak langsung itu membunuh kami secara perlahan," imbuh pelatih yang akrab disapa Bedu ini.

Hangtuah sendiri sudah merasakan efek samping dari hilangnya satu pilar asing mereka. Saat menghadapi NSH Jakarta di hari terakhir seri ketujuh, Minggu (10/2/2019), anak-anak Hangtuah menelan kekalahan 71 - 83.

"Kami sudah menerima apapun dari keputusan liga. Kami terima dan mengakui bahwa tinggi Brysean Perine Bryquis itu kelebihan. Namun dasarnya apa dan bagaimana, kami menyalahkan siapa? Kami (Hangtuah) diberi list (pemain asing) oleh liga," tukasnya.

Hangtuah sendiri kini tengah mencari pemain asing untuk menggantikan posisi Brysean Perine Bryquis. Andika Supardi Saputra berharap bahwa legiun impor itu bisa datang sebelum bergulirnya seri kedelapan atau terakhir yang akan berlangsung di GOR UNY, Yogyakarta pada 15-17 Februari 2019.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS