MotoGP Tanpa Valentino Rossi? Begini Komentar The Doctor Sendiri

RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
MotoGP Tanpa Valentino Rossi? Begini Komentar The Doctor Sendiri
Valentino Rossi (kiri) merayakan keberhasilan adik tirinya, Luca Marini, memenangi balapan Moto2 Malaysia 2018 di Sirkuit Sepang, Minggu (4/11/2018). [AFP/Mohd Rasfan].

"Jika saya berhenti, tidak akan ada yang berubah. MotoGP akan tetap menjadi MotoGP." Valentino Rossi

Suara.com - Nama Valentino Rossi sudah sangat melekat dengan gelaran MotoGP. Memulai karier di balapan Grand Prix pada 1996, The Doctor yang pernah juga menggunakan nickname Valentinik dan Rossifumi sudah menempel bak ikon bagi kejuaraan balap motor paling bergengsi di dunia.

Selama 23 tahun kariernya, pebalap kelahiran Urbino, Italia ini telah memenangkan banyak gelar, mulai kelas 125 cc, 250 cc dan 500 cc atau kini lebih dikenal dengan nama MotoGP.

Dan sampai saat ini, Valentino Rossi tercatat sebagai pebalap MotoGP tersukses sepanjang masa. Kakak tiri dari pebalap Moto2 Luca Marini itu telah meraih sembilan gelar juara dunia, dan tujuh di antaranya diukir pada kelas tertinggi. Yaitu 500 cc.

Selain prestasi, Valentino Rossi memiliki daya tarik tersendiri dari sisi kharisma dan karakternya yang jenaka. Tak heran, masyarakat yang kurang menggemari MotoGP pun tahu siapakah Valentino Rossi.  Dan entah sudah berapa banyak bayi yang dinamai mirip dengannya, termasuk di Indonesia.

Francesca Sofia Novello, pacar Valentino Rossi. (Instagram/@francescasofianovello)
Francesca Sofia Novello, pacar Valentino Rossi [Instagram/@francescasofianovello]

Sayangnya, kiprah pebalap pemilik nomor 46 ini di MotoGP diprediksi bakal segera berakhir, mengingat usianya sudah menginjak 40 tahun. Lalu, bagaimana jadinya gelaran MotoGP tanpa sang rider ikonik Valentino Rossi?

Pebalap yang selain mengaspal di balap roda dua (R2) juga turun balap roda empat (R4) antara lain di Monza Rally Show ini sudah punya jawaban. Menurutnya, MotoGP tanpa dirinya tak akan jauh berbeda. Persaingan dinilai akan tetap berlangsung seru.

"Jika saya berhenti, tidak akan ada yang berubah. MotoGP akan tetap menjadi MotoGP. Akan tetapi, saya senang karena kejuaraan ini nantinya akan lebih dikenal setelahnya," kata Valentino Rossi dilansir dari Speedweek, Kamis (21/3/2019).

Meski akhir karier seorang Valentino Rossi di MotoGP belum diketahui persis, rider Italia itu secara tak langsung telah menyiapkan para pebalap penerus melalui sekolah balap miliknya, VR46 Riders Academy.

Anak didik Rossi saat ini sudah mulai unjuk gigi baik di kelas Moto3, Moto2 maupun MotoGP. Sebut saja Franco Morbidelli dan Franscesco "Pecco" Bagnaia, yang telah mengikuti jejak sang guru ke kelas MotoGP.

Franco Morbidelli yang menembus kelas MotoGP sejak tahun lalu, kini memperkuat tim Yamaha Petronas SRT. Sedangkan Pecco Bagnaia yang menjadi rookie tahun ini, diikat kontrak oleh tim Alma Pramac Racing.

Kehadiran para generasi pebalap baru diharapkan Valentino Rossi bisa menggantikan perannya suatu saat nanti. Baik Franco Morbidelli, Pecco, bahkan sang adik, Luca Marini diharapkan bisa bersinar setelah era Valentino Rossi berakhir.

"Kami memiliki banyak pebalap di Italia yang sedang berkembang. Dan para penggemar saya bisa mengikuti kiprah mereka setelah saya pergi nanti. Misalnya Franco (Morbidelli), Pecco (Franscesco Bagnaia), dan adik saya (Luca Marini)," tukas Valentino Rossi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS