Soal Naturalisasi Pemain Muda Afrika, Pelatih Timnas Beda 'Selera'

Rabu, 26 Juni 2019 | 14:05 WIB
Soal Naturalisasi Pemain Muda Afrika, Pelatih Timnas Beda 'Selera'
Wahyu Widayat Jati (kanan), atau yang akrab disapa Cacing, saat masih melatih NSH Jakarta. [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Berbagai progam dicanangkan Perbasi demi meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia Basket atau FIBA World Cup 2023. Salah satunya melakukan naturalisasi pemain.

Ada dua opsi terkait naturalisasi pemain yang diprogramkan induk olahraga basket di Tanah Air tersebut.

Pertama, menaturalisai 10 pebasket muda Afrika di bawah usia 16 tahun. Naturalisasi usia dini dimaksudkan agar para pemain asal Afrika itu terdaftar sebagai WNI ‘murni’.

Opsi kedua menaturalisasi pebasket asing yang sudah matang atau memiliki jam terbang tinggi.

Jika memilih opsi ini, Indonesia praktis hanya bisa menggunakan satu pebasket impor dalam skuat, sesuai regulasi Federasi Bola Basket Dunia (FIBA).

Pelatih Timnas Basket Indonesia, Wahyu Widayat Jati (kedua dari kiri), memberikan arahan kepada anak asuhnya dalam latihan persiapan menuju SEA Games 2019 di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Selasa (18/6/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih Timnas Basket Indonesia, Wahyu Widayat Jati (kedua dari kiri), memberikan arahan kepada anak asuhnya dalam latihan persiapan menuju SEA Games 2019 di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Selasa (18/6/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Menanggapi rencana program Perbasi itu, Pelatih Timnas Basket Indonesia, Wahyu Widayat Jati mengaku lebih memilih opsi kedua.

Pasalnya, opsi menaturalisasi pebasket muda Afrika dinilainya tak menjamin jika sang pebasket bisa tumbuh sebagai pemain handal dalam kurun empat tahun ke depan.

"Kalau naturaliasai pemain muda kan harus dicari dibawah umur 16 tahun. Nah apakah kita ada dananya juga? Kedua juga apakah itu pemain muda juga bakal langsung jadi key player?" ujar Wahyu Widayat Jati saat dihubungi Suara.com, beberapa waktu lalu,.

"Tapi kalau ditanya perlu enggak menaturaliasi pebasket asing senior? Saya bilang perlu. Karena ya ada satu masalah bahwa Timnas kita kan perlu satu orang yang tinggi besar. Mungkin tingginya bisa diatas 2 meter lebih, sebagai solusi (postur kecil pebasket Indonesia)," pungkasnya.

Baca Juga: Usai Hadapi Thurman, Pacquiao Sudah Ditunggu Petinju Muslim Ini

Perbasi sendiri telah menjalin kesepatakan dengan pemain asing CLS Knights Indonesia, Maxie Esho. Proses naturalisasi pebasket Amerika Serikat itu tengah berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI