Suara.com - Tangis Mike Tyson tak terbendung saat wawancara dalam podcast-nya dengan petinju legendaris Sugar Ray Leonard.
Petinju berjuluk Si Leher Beton tak kuasa menahan air matanya yang bercucuran saat mengenang rasa sakit setelah pensiun.
Mike Tyson mengaku merasa 'kosong' selama bertahun-tahun usai pensiun, setelah sebelumnya jadi petinju paling ditakuti di planet bumi.
![Mike Tyson (kanan) memukul KO Frank Bruno (tengah) di ronde ketiga pada pertarungan di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, AS, Sabtu (16/3/1996). [AFP/Mike Nelson]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/08/07/46307-mike-tyson.jpg)
"Saya tahu seni bertarung, seni berperang. Itulah kenapa saya begitu ditakuti," kata pria yang kini berusia 53 tahun.
"Petinju lain takut pada saya ketika di atas ring karena saya seorang eksekutor. Saya terlahir sebagai eksekutor," sambungnya.
"Sekarang hari-hari itu hilang. Saya kosong, bukan siapa-siapa. Itulah kenapa saya menangis, karena saya bukan orang itu lagi dan saya merindukannya," tandas Mike Tyson.
Mike Tyson memulai karier tinju profesional pada 6 Maret 1986 saat usianya masih 18 tahun 249 hari.
Dia menang TKO ronde pertama dalam debutnya melawan Hector Mercedes.
Pamor Si Leher Beton terus menanjak, dan puncaknya saat menang TKO ronde kedua atas juara bertahan kelas berat WBC, Trevor Berbick, 22 November 1986.
Baca Juga: Bejat! Pelatih Bulutangkis Sodomi 6 Murid
Kemenangan itu membuat Mike Tyson menjadi juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah tinju dunia.