Corona Guncang Dunia, Olimpiade 2020 Harus Ditunda? Ini Opsi dan Risikonya

Rizki Nurmansyah

Rabu, 11 Maret 2020 | 11:08 WIB
Corona Guncang Dunia, Olimpiade 2020 Harus Ditunda? Ini Opsi dan Risikonya
Warga dengan masker pelindung akibat mewabahnya virus korona, berada di depan cincin Olimpiade 2020 di area tepi laut Taman Marina Odaiba, Tokyo, Jepang, Kamis (27/2/2020). [Antara Foto/Reuters/Athit Perawongmetha]

Kekuatan untuk membatalkan Olimpiade secara resmi berada di tangan IOC. Kontrak yang ditandatangani antara IOC dan Tokyo menyatakan bahwa IOC dapat menarik organisasi Olimpiade dari kota tuan rumah jika keselamatan para peserta terancam serius.

Namun, Bach ketika berbicara kepada pers pekan lalu, mengatakan masalah itu belum di angkat dalam agenda, dan belum dipertimbangkan.

Teorinya IOC mempercayakan komite penyelenggara dengan misi mengatur Olimpiade pada tahun tertentu, dalam hal ini panitia Olimpiade Tokyo 2020.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach di Istana Bogor, Sabtu (1/9/2018). [AFP]
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach di Istana Bogor, Sabtu (1/9/2018). [AFP]

Jadwal Padat

Keputusan untuk menunda bisa menyebabkan Jepang kehilangan Olimpiade sama sekali. Namun, ini dapat dimodifikasi dengan dua pertiga suara dari anggota IOC yang nantinya dapat memutuskan untuk menunda Olimpiade.

Dalam praktiknya, akan lebih sulit untuk memasukkan Olimpiade yang dijadwal ulang ke dalam kalender olahraga yang sudah padat.

Federasi cabang olahraga yang lebih kecil mungkin dapat mengakomodasi dalam waktu singkat. Tapi cabang olahraga yang lebih besar seperti sepakbola, bola basket dan tenis harus berjuang dengan perubahan tanggal.

Perusahaan penyiaran seperti NBC, yang telah membayar sejumlah besar uang untuk hak-hak siaran dan telah menjual 970 juta dolar AS terkait iklan, juga jelas akan tidak senang dengan penundaan yang memaksa mereka untuk menempatkan Olimpiade berhadapan dengan liga-liga papan atas dan menguntungkan lainnya seperti NBA.

Dan mengingat bahwa apartemen di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo akan dijual segera setelah Paralimpik selesai, mungkin tidak ada tempat untuk mengakomodasi para atlet.

baca juga

Terkait dengan para atlet, mereka juga memiliki jadwal, tidak hanya untuk kompetisi tetapi untuk pelatihan, pengkondisian dan persiapan.

"Kami tidak akan mulai sepenuhnya memikirkan pertanyaan atas dugaan-dugaan," kata Presiden Federasi Dayung Internasional Jean-Christophe Rolland.

"Sebagaimana saya katakan, Olimpiade akan berlangsung," sambungnya.

Habiskan Miliaran Dolar AS

Sekitar 15 turnamen uji coba masih akan berlangsung sebelum Olimpiade 2020, terutama dalam cabang renang, senam dan balap sepeda, beberapa di antaranya merupakan kualifikasi untuk Olimpiade tersebut.

Beberapa federasi telah melayangkan gagasan menyelenggarakan test event tanpa penonton.

Panitia Olimpiade Tokyo 2020 telah mengatakan akan mempertimbangkan ini berdasarkan "kasus per kasus".

Tetapi turnamen Asia Rugby Sevens, acara uji coba yang dijadwalkan akan diadakan di Tokyo pada April, dibatalkan pada hari Rabu, menunjukkan bahwa pertandingan di stadion kosong bukan pilihan yang disukai.

Bahkan jika beberapa diadakan tanpa penonton, itu akan jauh lebih sulit dan mahal untuk Olimpiade karena lebih dari 4,5 juta tiket telah terjual.

IOC belum mengatakan apa-apa tentang masalah ini, hanya mengulanginya bahwa mereka memiliki keyakinan pada kesuksesan Olimpiade 2020.

Tidak mengherankan mengingat bahwa setiap pencegahan atau ketidakpastian dapat menyebabkan penurunan penjualan tiket dan juga dapat mempengaruhi persiapan atlet.

Hanya Dick Pound, mantan kepala Badan Anti-Doping Dunia yang merupakan anggota IOC, yang berbeda pendapat.

"Pada titik tertentu, apakah itu dua bulan atau satu bulan, seseorang harus memutuskan ya atau tidak," kata Pound bulan lalu.

Mengingat besarnya jumlah uang yang dipertaruhkan—Tokyo telah menghabiskan miliaran dolar untuk infrastruktur dan persiapan, yang tidak ditanggung oleh asuransi—IOC dan panitia akan menunggu selambat mungkin sebelum membuat keputusan mengenai nasib Olimpiade 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Virus Corona Covid-19 Biasanya Baru Terlihat di Hari Kelima

Gejala Virus Corona Covid-19 Biasanya Baru Terlihat di Hari Kelima

Health | Rabu, 11 Maret 2020 | 11:05 WIB

Waspada Corona, Kemnaker Imbau Pengusaha Tingkatkan Perlindungan Pekerja

Waspada Corona, Kemnaker Imbau Pengusaha Tingkatkan Perlindungan Pekerja

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 10:50 WIB

Disdikpora Kulon Progo Keluarkan Surat Edaran Sekolah Antisipasi Covid-19

Disdikpora Kulon Progo Keluarkan Surat Edaran Sekolah Antisipasi Covid-19

Jogja | Rabu, 11 Maret 2020 | 10:42 WIB

Waspada Corona Covid-19, Panitia Pernikahan Sediakan Hand Sanitizer

Waspada Corona Covid-19, Panitia Pernikahan Sediakan Hand Sanitizer

Lifestyle | Rabu, 11 Maret 2020 | 10:40 WIB

Virus Corona Makin Meluas di Australia, Kota Sydney Diusulkan untuk Ditutup

Virus Corona Makin Meluas di Australia, Kota Sydney Diusulkan untuk Ditutup

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 10:24 WIB

Hindari Pakai Cincin dan Jam Tangan, Perhiasan Bisa Sebarkan Covid-19

Hindari Pakai Cincin dan Jam Tangan, Perhiasan Bisa Sebarkan Covid-19

Health | Rabu, 11 Maret 2020 | 10:15 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×